Sadarlah wahai saudaraku…!!!
Bahagianya dengan
pergantian tahun sesungguhnya semakin dekat masa kontrak kita didunia, karena kita
akan pulang dan kita akan meneruskan perjalanan yang sangat jauh, namun sudahkah kita
membawa bekal untuk perjalanan yang sangat jauh itu?
Ingat…!!!
Seseorang yang
divonis dan dihukum mati, semakin dekat dengan hari pengeksekusian, ia tidak
bisa makan dengan nikmat dan tidak bisa tidur nyenyak, semakin tidak berdaya, semakin
banyak menangis, semakin menyesali perbuatannya, bertaubat dihadapan Tuhannya,
karena sadar sebentar lagi ia akan menemui Tuhannya untuk
mempertanggungjawabkan apa yang telah ia perbuat.
Bagaimana dengan
diri kita wahai saudaraku…???
Perjanjian itu
akan segera datang dan pasti akan tiba, tapi kita lupa dengan semua itu, menganggap
didunia ini adalah segala-galanya ; kemulyaan, kekayaan, jabatan, kekeramatan,
semua pasti akan dimintai pertanggungjawaban.
Maka jangan lengah
dan masa bodoh!
Persiapkanlah dengan
sebaik-baiknya, bersihkan hati, sucikan jiwa dari virus-virus “ANANIYAH”, merasa mampu, merasa mulya,
merasa terhormat, merasa kaya, merasa alim, merasa berkuasa, karena semuanya
itu adalah milih Alloh!
“LAA
HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH”
Kita sebagai
makhluq, sebagai hamba jangan merasa mampu, jangan merasa bisa, jangan merasa
berkuasa.
“SEKALI MERASA AKU, PUTUS SUDAH PERJALAN
KITA MENUJU KEPADA ALLOH”
Ingat hukum medan
magnet…!!!
“KUTUB POSITIF PASTI AKAN BERTEMU DENGAN
KUTUB NEGATIF, BEGITUPULA SEBALIKNYA KUTUB NEGATIF PASTI AKAN BERTEMU DENGAN
KUTUB POSITIF, MUSTAHIL KUTUB POSITIF AKAN BERTEMU DENGAN KUTUB POSITIF, DAN
MUSTAHIL JUGA KUTUB NEGATIF AKAN BERTEMU DENGAN KUTUB NEGATIF”
Maka posisikanlah
diri kita dihadapan Alloh dengan posisi negatif artinya jangan pernah
sekali-kali memiliki perasaan “AKU” (aku mampu, aku kuat, aku kuasa, aku kaya,
aku alim, aku terhormat, aku mulya), karena posisi positif hanya dimiliki oleh
Alloh.
Dan ketika kita
ada diposisi positif maka otomatis tertarik dengan posisi negatif, artinya saat
itu posisi kita di wilayah “IBLIS”, karena merasa mampu, merasa bisa, merasa
mulya, merasa alim, merasa kuasa, yang menjadikan “IBLIS” terlempar dari
syurganya Alloh (ana khoiru minhu).
Ingat wahai
saudaraku…!!!
Wajar manusia sebagai
hamba ingin mendatangi Tuannya.
Wajar manusia
mendekati Tuannya dengan membawa
"hadiah".
Ketika hamba datang dengan membawa ilmunya,
percuma! karena Dia Maha Berilmu.
Ketika hamba
mendekat dgn membawa kekuasaan,
percuma! karena Dia Maha Kuasa.
Ketika hamba
merayu dengan kekayaannya, percuma! karena Dia Maha Pemberi nan Kaya Raya
Seorang hamba
tidak mungkin membawa kesempurnaan ketika hendak mendatangi Tuannya, karena
sudah Dia memiliki semua itu
Karenanya,
hendaklah hamba mendatangi Tuannya dengan membawa kefakiran, kerendahan hati, kehinaan,
dan kelemahannya.
Karena
semua
ini "tidak dimiliki" oleh Sang Tuan.
Mari kita
songsong tahun ini dengan kerendahan hati dan penuh harap padaNya
Hidup sekali
harus berarti, kita akan pulan harus bersih dan suci!
Salam menggapai
ridhoNya
Catatan kelam Al Fakir yang hina, dalam bumi kerendahan
1 Januari 2016
0 comments :
Posting Komentar