Kita adalah manusia, makhluk
ciptaan yang sempurna dan dimuliakan oleh ALLAH dan akan kembali kepada ALLAH
sehingga apabila kita menyadari akan hal itu bahwa manusia bukan hanya casing
(bungkusnya) tapi dalamnya juga harus manusia sehingga ketika casing ini
dilepas isinya kembali kepada ALLAH tetap sebagai manusia yang dimuliakan oleh
ALLAH.
Sebab adakalanya ketika manusia
berpulang kembali kepada ALLAH setelah lama berpetualang alam dunia dimana
dunia adalah alam impian, alam kepalsuan dan alam penuh kebohongan seperti
terlihat nyata akan tetapi ketika pulang semua harus kita tinggalkan termasuk
harta, dunia, anak, istri, mobil bahkan jasad yang kita cintai dan kita sayangi
ini harus kita tinggalkan di alam dunia.
INGATLAH WAHAI SAUDARAKU…!!!
Mati sudah ditentukan, apakah
kita mati dijalan, mati di tempat tidur yang bagus, atau mati di dalam
perjuangan yang diridhoi oleh ALLAH, maka jangan pernah takut akan kemiskinan
dan penderitaan dan jangan pula terlena dengan kemuliaan yang sedang kita alami
menjadi sebab penghalang kita untuk berjuang keluar dari penjara nafsu dunia
yang begitu ganasnya ini sehingga kita bisa menyadari siapa hakekat diri kita,
darimana kita berasal, dan akan kembali kemana, maka dari itu kita harus
mengenal siapa sejatinya diri kita agar tahu siapakah diri kita sebenarnya.
Alangkah berdosanya kita
dihadapan ALLAH! “SATU DETIK TIDAK SADAR
KEPADA ALLAH SAAT ITU MUNCUL PENGAKUAN MERASA MENJADI TUHAN” karena perasaan
aku yang menjadikan kita sombong dihadapan ALLAH!
Sadarkah bahwa kita hidup,
bernafas, bergerak, bahkan berkedipnya mata itu hakekatnya nikmat yang
diberikan oleh ALLAH kepada kita? tapi kita malah congkak dihadapan ALLAH
merasa besar mengaku sebagai TUHAN tapi tidak terasa!
Coba kita koreksi
sedalam-dalamnya, ketika kita bisa melaksanakan apa-apa apakah itu milik kita? bukankah
itu miliknya ALLAH SANG PENCIPTA, karena kita diciptakan artinya kalau kita
mampu hakekatnya kita dimampukan, tapi kita berani mengaku, ini sebab aku
sehingga ALLAH di nomor duakan, ALLAH
ditinggalkan sehingga yang nampak adalah dirinya sendiri.
Alangkah berdosanya kita
dihadapan ALLAH, satu detik tidak sadar kepada ALLAH sehingga muncul pengakuan,
satu detik itu kita berdosa kepada ALLAH SWT! walaupun nampaknya ibadah,
nampaknya sholat, merasa mampu saat itu ia kufur dihadapan ALLAH.
Yang menyebabkan kita bisa
beribadah siapa? yang menggerakkan kita bisa berdoa itu siapa? itulah SANG
PENCIPTA, tapi kita tidak pernah sadar malah kita merasa bangga, bahkan kita
merasa takabbur dengan orang yang belum ibadah bahkan berani
terang-terangan menyombongkan diri dihadapan ALLAH merasa aku ahli sholat, aku
ahli ibadah, aku bisa menangis, aku bisa mujahadah,
aku.. aku.. dan aku!
Inilah sumber kejahatan manusia yang terbesar!
Apabila kita tidak mengenal akan
diri kita sebagai ciptaan sehingga ALLAH YANG MAHA SUCI kita tinggalkan dan
yang nampak akulah yang suci, akulah yang mulia, akulah yang bisa beribadah,
tidak sadar bahwa semua itu adalah kehendak dari ALLAH, inilah penyakit
ANANIYAH (penyakit merasa memiliki)!
Merasa aku sekali seketika hancur kedudukan kita dihadapan ALLAH SWT!
Karena semua itu bukan milik kita,
maka bersihkanlah dari makhluk-makluk yang ganas dan menipu sebab dunia ini adalah
fatamorgana, satu makhluk mengikat hati kita saat itu kita terpenjara oleh
makhluk abstrak yang bernama dunia.
INGATKAH HADIST RASULULLAH SAW WAHAI SAUDARAKU…!!!
“Ad dunya sijnul mu'min wa jannatul kafir”
”Dunia penjara bagi orang
Mukmin dan Syurga bagi orang kafir.” (Hadis Riwayat Muslim)
Artinya manusia harus banyak
prihatin, harus banyak bertaubat, harus banyak menangis karena orang yang
keluar dari penjara dunia, otomatis ia banyak prihatin, semakin banyak
bertaubat, semakin kecil dihadapan ALLAH, akan tetapi ketika manusia sudah
terpenjara didalam dunia, semakin tinggi kedudukannya semakin merasa aku,
semakin ahli ibadah malah semakin merasa baik sehingga berani merendahkan dan
menghina orang lain, dan ketika jiwa sudah terpenjara oleh dunia semua nampak
bahwa dirinya benar sehingga ia merasa bangga dan puas apa yang telah
dilakukan.
DAN INGAT..!!!
Didalam penjara tiada kebanggaan
dan kemuliaan, pasti disana adalah air mata penderitaan, pasti disana adalah
permohonan, pasti disana banyak merasa salah, dan siapa yang puas dengan dunia
dan lupa akan akherat maka akan menjadi surganya orang-orang yang ingkar kepada
ALLAH.
Renungkanlah wahai saudaraku, apakah kita sudah bebas dari penjara
dunia atau malah kita terpenjara oleh dunia?
Ingat hidup ini hanya sekali,
padahal waktu semakin dekat untuk menghadap kepada ALLAH! apalah jadinya
menghadap ALLAH, apabila jiwa kita masih kotor dan tertawan oleh dunia? padahal
ALLAH tidak mau disekutukan dengan siapapun juga, HARAM ALLAH BERSANDING DENGAN MAKHLUKNYA!
SADARILAH WAHAI SAUDARAKU…..!!!
Kita ini adalah ciptaan bukan SANG
PENCIPTA!
Kita ini adalah hamba bukan
TUHAN!
Kita ini adalah manusia yang dholim dan berlumuran dosa!
INGAT..!!!
Banyak orang yang tidak kenal
kepada ALLAH sehingga dampaknya timbul bintik-bintik didalam hati manusia yang
menyebabk syirik sehingga
menyekutukan ALLAH, padahal kenal kepada ALLAH itu hukumnya wajib.
Awwalu wajibin ‘alal insani
ma’rifatul ilahi bistiqani
“Kewajiban paling awal, bagi
setiap manusia adalah mengenal dan mengetahui Tuhannya dengan keyakinan yang
jelas tanpa keraguan” (kitab Az Zubad, syeikh Ibnu Ruslan)
Akhirnya BANYAKNYA SYIRIK TERBENTUR
OLEH SEBAB, sehingga sebab-sebab apabila masuk kedalam jiwa saat itu juga
menjadiTUHAN-TUHAN baru bermunculan dihati kita yang dianggap menyebabkan kita
menjadi sukses, menjadi sembuh, menjadi terhormat!
Walaupun kita hidup di dunia
tidak lepas dari hukum sebab akibat walaupun segala suatu ada sebab akibat,
akan tetapi hati harus yakin bahwa semuanya itu dikehendaki oleh ALLAH sebab apabila
kita tidak yakin kepada ALLAH sama saja menganggap ALLAH mempunyai kekuatan
yang terbatas (KHOIRI WA SYARRIHI MINALLOH)!
Contoh:
Sebab saya menjadikan sukses itu
karena saya kuliah sedangkan yang dibutuhkan adalah orang yang mempunyai ijazah
S2, sebab saya kuliah sehingga memiliki ijazah S2 maka saya diterima di
perusahaan, sedangkan yang mendaftar dengan memakai ijazah dibawahnya ditolak
oleh perusahaan.
Walaupun sebabnya kita kuliah
sehingga memiliki ijazah S2 akhirnya diterima oleh perusahaan, hati tidak boleh
lepas dari ALLAH, hati menyadari bahwa semua sudah diskenario oleh ALLAH, dalam
usia sekian saya sudah menyelesaikankuliah S2 saya,akhirnya
bekerja diperusahaan yang membutuhkan ijazah S2 dan saya diterima disana itu
sebab karena dikehendaki dan ditakdirkan oleh ALLAH.
Dan keyakinan ini harus tertancap
didalam hati, jangan sebab karena ijazah sehingga ALLAH ditiadakan berganti
dengan sebab ijazah, maka apabila ia berkeyakinan dari sebab ijazah itu
menghantarkan pada kesuksesan saat itulah dia kufur dihadapan ALLAH! padahal
sebab akibat itu semua adalah takdir dari ALLAH, tapi ALLAH tertutup oleh
makhluk yang bernama SEBAB itu!
Contoh kedua:
Ketika kita sakit kepala sehingga
dianjurkan oleh dokter untuk minum obat sakit kepala, saat diminum walaupun
sembuh jangan jadikan sebab karena minum obat dan karena dokter itu kita bisa
menjadikan sebab kita sembuh, akan tetapi semua itu adalah takdir dari ALLAH
sehingga kita dimampukan untuk berobat kedokter dan sebab kita minum obat
menjadikan sembuh, apabila dalam hati kita menyakini dokter dan obat yang
menyembuhkan penyakit kita, ini yang akan mengantarkan kita menuju nerakanya
ALLAH! sebab kita berkeyakinan bahwa dokter dan obat itu yang menjadikan kita
sembuh, walaupun jelas sebab ia sembuh karena kedokter dan minum obat, hati
tidak boleh melepaskan ALLAH karena semuanya itu sudah diskenario.
Inilah yang memotori terjadinya
sumbernya syirik dimana-mana, ketika
manusia tidak mengenal ALLAH akhirnya manusia mengandalkan kuliahnya sehingga
aku sukses, mengandalkan mondoknya sehingga aku menjadi ulama, mengandalkan
pengalamannya sehingga aku sukses menjadi motivator, mengandalkan tirakatnya
sehingga aku menjadi orang yang keramat dicintai ALLAH, lupa bahwa semua ada
sebab (LIKULLI SYAIIN SYABABA), dan semua (sebab) itu datangnya dari ALLAH
(QUL KULLUM MIN 'INDILLAH)
akhirnya TUHAN -TUHAN BARU MUNCUL BERNAMA “SEBAB” ITU!
SADARLAH WAHAI DIRIKU… SADARLAH WAHAI SAUDARAKU….!!!
Orang bisa masuk neraka karena
uang, karena dia bisa beramal, sebab karena uang, tapi memang harus uang yang
menjadikan kita bisa beramal akan tetapi ALLAH dilupakan seakan-akan sebab
karena uang itu aku bisa beramal, seakan-akan sebab karena uang aku bisa haji,
lupa bahwa semua adalah kehendak ALLAH, tanpa ALLAH yang membuat kita hidup,
tanpa ALLAH yang membuat kita kaya, tanpa ALLAH yang membuat kita bisa beramal,
kita tiada arti dan apa-apanya seperti patung yang tidak bisa bergerak.
Maka banyaknya syirik
terbentur dengan SEBAB!
Gara-gara obat yang membuat kita
sembuh seketika itu obat itu menjadi TUHAN kita, gara-gara memiliki ijazah
sehingga diterima di perusahaan seketika itu ijazah menjadi TUHAN kita!
TUHAN-TUHAN baru sudah
bermunculan dimana-mana, pada diri kita, pada lingkungan kita, pada negara
kita, bahkan seluruh dunia sudah menyembah TUHAN-TUHAN baru yang bernama TUHAN
SEBAB!
Maka leburkan, binasakan,
hanguskan sebab-sebab bila masuk kedalam hati, karena maqom sebab itu
hanya di akal kita, apabila sudah masuk kedalam hati buang jauh-jauh karena itu
yang menyebabkan jiwa terpenjara oleh dunia sehingga sebab-sebab masuk kedalam
jiwa menjadi TUHAN-TUHAN baru yang kita sembah selain ALLAH.
“Sekiranya ada di langit dan
di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa” (QS
Al Anbiyaa’ [21] : 22)
Begitupula didalam dada kita,
sekiranya ada penguasa lain selain ALLAH, ada TUHAN lain selain ALLAH, ada
penyembuh selain ALLAH, ada pemberi kekayaan selain ALLAH, hancurlah amal-amal
kita bagaikan debu yang berhamburan.
Maka maqom sebab harus
terjadi dan ketika masuk kedalam hati bentengi semua dengan kekuatan LAA HAULAA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH sebab
semua karena ALLAH, kalau tidak bisa begitu iman kita hancur, lupa bahwa semua
itu adalah pemberian dari ALLAH.
MARI KITA KOREKSI SEDALAM-DALAMNYA WAHAI SAUDARAKU…!!!
INGAT…!!!
Satu obat bisa mengantarkan kita
kepada neraka walaupun dampaknya kita sembuh dari obat tersebut bila tidak bisa
membentengi hati kita menganggap selain ALLAH ada yang manfaat dan ada yang
membahayakan,ini dampak awal kita syirik dihadapan ALLAH SWT.
Maka bersihkanlah jiwa kita dari
TUHAN-TUHAN yang ada didalam jiwa kita dengan air mata kehambaan menyadari
bahwa kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, itu harus tertanam didalam
hati, bukan diakal, sehingga bukan menjadi akal-akalan akan tetapi menjadi rasa
yang menimbulkan tauhid yang
benar-benar murni bukan imitasi.
----------------------------------------------------
Catatan kelam perjalanan Al
Fakir yang hina
Dalam Bumi Kerendahan, 24 Mei
2014
“Hidup Sekali Harus Berarti”

Assala'mualaikum
BalasHapusSaya Ahmad pengamal bekasi
saya mau unduh ceramahnya Yai Heru bagaimana caranya
Waalaikum salam
HapusSalam kenal Mas Ahmad, untuk mengunduh kajian Beliau di menu download atau bisa langsung ke http://www.mediafire.com/alamhikmah
Terima Kasih
Terima kasih sodara Q
BalasHapusmudah"an berkah Amin