Ingat wahai saudaraku…!!!
Ketika jiwa manusia sudah
terjajah oleh tentara iblis yang telah menancapkan bendera ANANIYAH di hatinya umat, dengan leluasanya iblis menginjeksi dan memasukkan
virus ANANIYAH kedalam hati umat
sehingga manusia bermetamorfosa berubah
menjadi Tuhan-Tuhan baru dimuka bumi, saat itu rontoklah jiwa kehambaan manusia.
Dengan gembiranya, iblis bertepuk tangan bahwa misinya telah berhasil,
menjadikan manusia-manusia lupa dengan jati dirinya, nafsunya ingin ditempatkan
diatas etalase kemuliaan, dengan
mahkota keakuan dan asesoris sanjungan, sehingga hanya kepongahan dan
kesombongan yang nampak pada dirinya bukan sifat tawadhu dan lemah lembut.
Inilah fenomena kejahatan rohani
yang dialami oleh manusia di akhir zaman menyerang dan menjangkit rohani
manusia sehingga manusia lupa dengan jati dirinya bahwa asalnya ia adalah
makhluk ciptaan dan tiada.
Wahai saudara-saudaraku….
Pernahkah kita mengobati penyakit
ananiyah ini? Jangankan mengobati, sadar bahwa kita terjangkit virus inipun
kita tidak mengetahuinya!
Bagaimana tidak?
Berapa kali kita mengaku hebat?
Berapa kali kita merasa diatas
orang lain?
Berapa kali kita merasa menjadi
orang suci dan mulia?
Berapa kali kita merasa memiliki?
Padahal semua itu (jabatan,
kekayaan, kemuliaan, anak, istri) hakekatnya adalah titipan dan bukan milik
kita, akan tetapi kita mengaku-ngaku semuanya semua datang dari dirinya
sendiri?
Ingatkah ketika kita bersyahadat
mengucapkan:
“SAYA MENGAKUI TIADA TUHAN SELAIN
ALLAH DAN MUHAMMAD ADALAH RASUL UTUSAN ALLAH”
Berarti tidak ada Tuhan-Tuhan
selain ALLAH YANG PATUT KITA SEMBAH!
Tapi kita masih menyembah selain
ALLAH
Menyembah kekuatan kita!
Menyembah amal ibadah kita!
Menyembah keramat kita!
Menyembah akal pikiran kita!
Akhirnya kita merasa mulia,
merasa suci, merasa kaya, merasa berkuasa dan merasa pandai!
Apakah ini bukan disebut dengan
pengingkaran tauhid?
Apakah ini bukan merupakan
pelecehan iman?
Dan apakah syahadat kita hanya
sebatas seremonial belaka?
Dimanakah kemurnian tauhid itu?
Ingat…!!!
HAMBA tetaplah HAMBA, tidak mungkin HAMBA menjadi TUHAN, dan tidak mungkin TUHAN MENJADI HAMBA
Catatan perjalanan “Si Fakir” yang hina
Dalam bumi kerendahan, 25 Oktober 2013
Hidup Sekali Harus Berarti

0 comments :
Posting Komentar