Wahai
pejuang-pejuang kesadaran!
Ingat…!!!
Orang-orang
yang dicintai oleh Alloh hidupnya lebih banyak dalam skenario kerendahan dan
penderitaan karena sesungguhnya mereka sedang dibersihkan dari sisa-sisa dosa, sehingga
keistimewaan mereka lebih sempurna, serta dididik oleh Alloh supaya mereka
tidak bergantung kepada mahkluk. Seperti kisah para rasul-rasul Alloh yang
hidup dalam ujian dan kemiskinan.
Maka jangan
kecil hati ketika kita mendapatkan ujian baik berupa kemiskinan, fitnah, dan
cemooh, karena sesungguhnya hikmah itu terbalut dari ujian dan kerendahan
layaknya seperti mutiara dalam dasar laut, untuk menjadi bentuk yang indah, dia
mengalami proses tekanan yang dahsyat.
Begitu
pun kehidupan…!!! Setiap tekanan yang
hebat dalam sebuah ujian akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat.
Belajarlah
lebih kuat dengan setiap masalah!
Belajarlah
lebih hebat dengan setiap pengkhianatan!
Belajarlah
lebih tegar dengan setiap kegagalan!
Belajarlah
lebih siap dengan setiap kejadian!
Karena
sesungguhnya Alloh menciptakan kita bukan untuk berdiam diri, tapi untuk terus
melangkah dengan semangat juang. Berjuang untuk melawan apa yang menjadi
rintangan. Berjuang untuk menjadi pribadi yang baik, dan berjuang untuk kembali
kepadaNya (Fafiruu Ilallooh) dari
semua keinginan yang menjauhkan dariNya.
Ingat
wahai saudaraku..!!! Orang yang menyakiti dirimu, berarti telah memerdekakanmu
dalam belenggu kebaikan, sebaliknya orang yang berbuat baik kepadamu berarti
telah mengikatmu dengan kebaikannya, karena itu Rasulullah Saw bersabda
"Hati ini dibuat senang kepada orang yang
berbuat baik kepadanya dan barangsiapa yang memberikan kebaikan kepada kalian,
maka balaslah, jika tidak mampu, doakan kebaikan untuknya" (HR Bukhori
& Muslim)
Semua
itu dimaksudkan agar hati terbebas dari kebaikan makhluk dan hanya bergantung
kepada Sang Penguasa Yang Maha Benar!
Bangkitlah
wahai saudaraku… Bangkitlah wahai pejuang kesadaran!
Alloh
sudah menegur kita dalam kalamNya!
Singsingkan
lenganmu… bergegaslah menuju medan perjuangan… Umat sedang menunggumu!
Bawalah tombak
kerendahan didalam setiap langkahmu, untuk melumpuhkan nafsumu sehingga setan
tidak akan mampu menghentikan langkahmu!
Bawalah zirah kealfaan (NOL) dalam setiap keluar
masuknya nafas dan berkedipnya matamu sebagai benteng “kehambaanmu” karena sesungguhnya
musuh sejati dan terbesar ada didalam dirimu!
Hantarkan
umat untuk membersihkan jiwanya dari nafsu ananiyah (merasa memiliki) sehingga
umat menjadi santun dan beradab!
Hantarkan
umat untuk mengenal akan jati dirinya, sehingga umat mengenal dan tahu sejatinya
siapa yang ia sembah!
Jangan biarkan
musuhmu betepuk dada memenangkan medan perjuangan!
Ingat…!!!
Hidup hanya sesaat, kita harus menang, kita harus syahid! Alloh harus hidup
didalam hatinya umat!
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
يا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (1) قُمْ فَأَنْذِرْ (2)
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (3) وَثِيابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)
وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ (6) وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ (7)
1. Hai orang yang berselimut
2. Bangunlah, lalu berilah peringatan!
3. Dan Tuhanmu agungkanlah!
4. Dan pakaianmu bersihkanlah
5. Dan perbuatan doosa tinggalkanlah
6. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang banyak
7. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah
(QS. Al-Mudatsir :1-7)
###
Catatan perjalanan Al Fakir yang hina
Dalam bumi kerendahan, 28 Mei 2016
"Hidup Sekali Harus Berarti"

0 comments :
Posting Komentar