"Ma Kunta Bi Fii Mahalil Qurbi Wa Maa Kunta Biika Fi
Mahalil Bu'di" (Al-Hikam)
"Saat engkau masuk kedalam wilayahKU (Billah/tidak ada pengakuan/sebab dari Allah) maka posisimu saat itu dekat kepadaKU, akan tetapi saat posisimu keluar dari wilayahKU (merasa alim, merasa pintar, merasa suci, merasa dekat) maka posisimu jauh dari AKU"
Ingatkah ketika seorang pelacur yang notabene dilihat secara lahir ia hina dan dihinakan dan pasti masuk neraka, akan tetapi ketika ia menyadari akan kesalahannya dimana saat itu ada seekor anjing tergeletak meregang nyawanya karena kehausan, saat itu seorang pelacur yang hina itu iba kepada anjing dan akhirnya si pelacur mencarikan air dan memberikan semangkok air kepada anjing itu, saat dia memberikan semangkok air kepada anjing jatuhlah air mata sang pelacur sambil berucap lirih :
"Wahai
anjing, engkau adalah hewan yang tidak mempunyai akal seperti saya tapi engkau
tidak pernah sedikitpun berbuat maksiat, sedangkan aku seorang manusia yang
diberi akal sempurna berbuat maksiat terus"
Saat itu jatuhlah air
mata dari pelupuk seorang pelacur dengan perasaan rendah dan penuh banyak dosa,
dan pada saat itu Allah mengangkat derajat seorang pelacur dari makhluk yang
hina dijadikan mulia akhirnya dalam akhir hayatnya ia mati khusnul khotimah dan
masuk surga.
Akan tetapi ketika Iblis
merasa dekat dengan Tuhannya, sehingga ketika Allah memerintah Iblis untuk
sujud kepada Nabi Adam saat itu Iblis tidak mau sujud kepada Nabi Adam, Iblis
merasa ia adalah makhuk suci yang diciptakan oleh Allah dari cahaya sedang Nabi
Adam diciptakan dari tanah maka saat itu ia jatuh dalam ketakaburannya karena
merasa "aku" lebih mulia daripada Nabi Adam, akhirnya Iblis dilempar
dari surga dan dilaknak oleh Allah padahal Iblis telah menjadi Malaikat Azazil
yang menjadi pemimpin seluruh malaikat selama kira-kira 70 ribu tahun lamanya,
karena gara-gara Iblis merasa dekat dengan Tuhannya!
Wahai
saudara-saudaraku...!!!
Mari kita renungkan dari
2 kisah hikmah diatas, kalau saat ini kita merasa dekat, saat itu sejatinya
kita jauh kepada Allah, akan tetapi ketika kita merasa penuh banyak salah dan
dosa akhirnya ia sadar bahwa semua datangnya dari Allah saat itulah kita dekat
dengan Allah!
Maka posisi kita saat ini bagaimana? merasa dekatkah dengan
Allah atau merasa semua datang dari Allah?

0 comments :
Posting Komentar