DUHAI KEKASIH HATI… DUHAI JANTUNG JIWAKU…
YAA SAYYIDIII… YAA ROSULALLOH….
Pantaskah kusebut
asmaMu yang agung
Sedangkan diri
ini penuh dengan kemunafikan
Pantaskah diri
ini mencintai PADUKA yang mulia
Sedangkan wajah
ini kotor… penuh dengan dosa dan noda
DUHAI KEKASIH HATI… DUHAI JANTUNG JIWAKU…
YAA SAYYIDIII… YAA ROSULALLOH….
Pantaskah diri
ini untuk bersimpuh dihadapan PADUKA
yang mulia
Sedangkan mukaku
hitam kelam penuh noda kekufuran dan kedholiman
Diri ini tiada
berdaya karena terbelenggu nafsu yang ganas
Sehingga diri
ini berjalan merangkak penuh beban
MUNGKINKAH HARAPAN INI AKAN SAMPAI KEPADA PADUKA….
YAA SAYYIDIII… YAA ROSULALLOH….
Duhai kekasih…
terimalah secercah harapan dari hamba yang hina dan penuh dosa ini
Duhai kekasih… andaikan
karena hina dan kotornya diri ini… sehingga kau palingkan mukaMu yang agung itu
Aku tetap
mencari dan merindukan PADUKA yang
mulia… duhai kekasihku… YAA SAYYIDIII… YAA
ROSULALLOH….
Apa arti hidup
ini tanpa Engkau disisiku duhai kekasih hati
Terasa hampa jiwa
ini jika Kau palingkan mukaMu
Tegakah Engkau duhai kekasih… jika diri ini hancur binasa
Dan tegakah Engkau
duhai kekasih… jika diri ini kurus, kering kerontang karena menanggung rindu
Walaupun diri
ini hancur karena cinta dan rindu yang membara ini
Maka ku tetap
mencari dan menyebut asmaMu duhai kekasih hati YAA SAYYIDIII… YAA ROSULALLOH….
Andaikan diri
ini jauh dari PADUKA… aku akan
merangkak dan menjulurkan lidah untuk mendapatkan setetes syafaat dan cintamu YAA ROSUL….
DUHAI KEKASIH HATI… DUHAI JANTUNG JIWAKU…
Diri ini sangat
menderita karena terbelenggu rasa cinta serta ingin bertemu dengan PADUKA
Dan jiwa ini hancur
karena terbayang akan diriMu duhai kekasih hati…
Maka… Datanglah
wahai kekasih dengan membawa setetes syafaat dan kecintaanMu…
Datanglah wahai
kecintaanku dengan membawa setetes kasih sayangMu…
Kami tidak
mampu untuk bergerak karena terbelenggu oleh rasa cinta ini
Kami tidak
mampu untuk menghadap karena tertutup oleh rasa hina dan kerendahan
Tiada pantas
diri ini bersimpuh untuk mendapatkan kasih sayangMu
Kami menyadari
duhai YAA SAYYIDIII… YAA ROSULALLOH….
Walaupun muka
ini tertutup dengan surban sutra putih dengan penuh misik yang harum
Tapi dibalik surban
putih yang harum itu diri ini bukanlah manusia lagi
Ternyata aku
adalah hamba yang kotor, bodoh dan penipu belaka
Diri ini penuh
dengan lumpur kehinaan yang tiada pantas untuk mendapatkan kasih sayangMu
YAA SAYYIDIII… YAA ROSULALLOH….
Datanglah walau
sesaat… duhai kekasih…
Datanglah walau
sekejap… duhai belahan hati…
Walaupun hanya
untuk penawar rindu di hati ini…
Rinduku mungkin
tak pernah tersampaikan…
Cintaku tak
mungkin akan terbalas…
Karena diri ini
hina dan penuh dosa…
Diri ini
berselimut dengan kerendahan…
Memang kami
adalah orang yang munafik
Kami orang yang
kufur tidak tahu diri
Apalagi
mengharap cinta dari SANG KEKASIH yang sangat mulia dan dimuliakan oleh Allah
Tuhan Semesta Alam…
Pantaskah
cintaku untuk diterima…
Pantaskah
rinduku untuk tersampaikan…
Walaupun
airmata tumpah di dada ini…
Walaupun airmata
membasahi sajadah panjang ini…
Walaupun tubuh
ini berselimut dengan kemuliaan…
Walaupun kepala
ini bermahkotakan dengan keindahan…
Tapi rindu ini
takkan pernah sampai kepadaMu… YAA ROSUL…
Karena diri ini
terlalu kotor dan hina dan tak pantas berdekatan denganMu
Apalagi
berjumpa mencium tangan PADUKA yang
mulia…
Alangkah
menjijikkan diri ini ketika dihadapanMu… YAA
SAYYIDIII… YAA ROSULALLOH….
Andaikan ada
ulat-ulat dan belatung-belatung didalam bangkai yang menjijikkan
Diri ini lebih
menjijikkan dari ulat-ulat dan belatung-belatung itu
Karena diri ini
terlalu hina YAA ROSUL…
Karena diri ini
terlalu rendah YAA ROSUL…
YAA SAYYIDIII… YAA ROSULALLOH….
Andaikan suatu
saat Engkau Kekasih, ada di tempat yang mulia sedangkan diri ini ditempat yang
hina
Andaikan suatu
saat Engkau PADUKA ada disurga yang
tinggi sedangkan diri ini dineraka yang paling dalam…
Kami mengharap
dengarkanlah rintihanku YAA SAYYIDIII… YAA
ROSULALLOH…. YAA SAYYIDIII… YAA ROSULALLOH…. YAA SAYYIDIII… YAA ROSULALLOH…. Walaupun
takkan bertemu lagi…
Terimalah YAA ROSUL… rintihan umatMu ini dan
senyumlah duhai kekasih walaupun diri ini jauh dari PADUKA dan kenanglah diri ini duhai kekasih walaupun jauh dineraka
yang paling dalam… karena masih ada seorang yang hina dan penuh dosa mencintai PADUKA walaupun si hina itu ada
dineraka jahanam
Kenanglah…
ingatlah…. Si hina yang penuh dosa ini, walaupun tempat kita berbeda yang
mungkin takkan pernah untuk berjumpa
Setetes airmata
kerinduan… setetes airmata kecintaan…
dan rintihan jiwa ini terimalah YAA ROSUL…
sebagai kado dan hadiah untuk kekasih hati yang tak pernah terbalaskan…
Terimalah
walaupun penuh kotor dan noda… syafaatilah diri ini… duhai kekasih
Andaikan kami hancur,
aku tidak peduli dengan diri ini…
Kumohon cinta
dan rindu ini sampai dihadapan PADUKA
walaupun PADUKA campakkan dan tidak PADUKA hiraukan…
Aku tetap cinta….
dan rindu padaMu… duhai jantung jiwaku YAA
SAYYIDIII… YAA ROSULALLOH…. YAA SAYYIDIII… YAA ROSULALLOH…. YAA SAYYIDIII… YAA
ROSULALLOH….
Kutulis sepucuk
surat cinta sebagai pengobat rindu dan cinta diri yang hina ini kepada SANG KEKASIH HATI…
--------
Alam
Hikmah, 20 Oktober 2014
Al
Fakir yang hina dari bumi kerendahan
“Hidup Sekali Harus Berarti”
------------
Apabila teman-teman ingin mengisi rubrik "Surat Cinta Untuk Sang Kekasih" silahkan kirim via Email : admin@alamhikmah.org
------------
Apabila teman-teman ingin mengisi rubrik "Surat Cinta Untuk Sang Kekasih" silahkan kirim via Email : admin@alamhikmah.org

good post brotha.. :) fafirru illalloh.
BalasHapus