WAHAI SAUDARAKU…!!!
Ingat hidup adalah sebuah
perjalanan, dan perjalanan itu pasti ada tujuan dan tujuan utama perjalanan
manusia ialah kembali kepada Sang Pencipta sehingga perjalanan kita dalam
melaksanakan tugas hidup yang semakin lama semakin berat, semakin banyak
rintangan, semakin besar ujian, semoga dilindungi dan dikasih sayangi bahkan
diselamatkan oleh Allah SWT.
Sebab kalau kita melaksanakan
kesalahan lahir, akan nampak dan diketahui orang dan suatu saat kita dihakimi
dan dinyatakan salah tapi orang yang melakukan kesalahan lahir ini masih ada
perasaan bersalah didalam hati oleh Allah diberi kesempatan kembali kepadaNYA.
Walaupun manusia sudah dicap
sebagai tempat salah dan dosa bahkan sangat dholim
dan sangat kufur tapi justru ini bentuk kasih sayang Allah kepada manusia,
artinya manusia kalau sudah dikatan Allah sangat dholim dan sangat kufur itu harus ditancapkan didalam hati dan ini
merupakan resep untuk mendapat kasih
sayangnya Allah.
Maka tancapkanlah dihati kita
ketika kita sholat, ketika kita mujahadah, katakan didalam hati kita “YAA ALLAH AKULAH YANG PALING DHOLIM DAN AKULAH MANUSIA YANG PALING
KUFUR”, ini merupakan rahasia ayat Al Quran yang merupakan bentuk kasih
sayang Allah.
Ternyata ketika ayat itu
dimasukkan didalam hati sehingga si alim yang hafal kitab, dan si abid yang
ahli ibadah, ketika tertancap “INNAL INSAANA LA DHOLUMUN KAFFAR”
ini manusia tetap sebagai hamba, dan tidak lepas dari perasaan hamba karena
sekali hati lepas dari perasaan hamba walaupun sedetik saat itulah iblis
menguasi hati kita sehingga ditancapkan bendera aku didalam hati kita, ketika
kita lepas dari perasaan dholim,
perasaaan kufur, perasaan penuh dosa saat lepas satu detik saat itu hati dikuasai
iblis, dia datang mengendap-endap kepada orang sholeh menunggu waktu kapan si
sholeh, kapan orang-orang yang dekat dengan Allah lepas dari perasaan hamba, itu
ditunggu dan tidak pernah berhenti!
KETIKA SI AHLI IBADAH DAN ORANG-ORANG YANG BENAR-BENAR MULIA MERASA
BAIK SEDETIK, YA SAAT SEDETIK ITU BERSAMA IBLIS, TOLONG DIPERHATIKAN!
Maka perasaan rendah harus dilatih…
dilatih… dan dilatih… dimanapun berada, perasaan dholim, rendah, kufur harus ditancapkan didalam hati karena ayat
itu mengandung rahasia, artinya kalau kita menempati posisi perasaan rendah,
kufur dan dholim merupakan sumber dan
diharapkan oleh Allah akan menerima fadholNYA!
Karena fadholnya Allah diberikan
kepada hati yang memiliki perasaan rendah “LIL KULU BI MUNKATSIROTI MUTAARIDHOTI LINAFAHATIL
ILAAHIYYAH” hati yang merasa rendah, merasa dholim, merasa kufur tidak ada apa-apanya merasa penuh dosa
dihadapan Allah, akan tetapi iblis sangat benci melihat hamba yang merasa dosa
dan merasa rendah itu, oleh karena itu hikmah daripada kita melakukan dosa
ternyata Allah memberikan kasih sayangnya sehingga membalik dosa-dosanya
menjadi kebaikan.
Berapa hamba-hamba Allah yang
dicintai itu asalnya adalah orang-orang yang bodoh? orang-orang yang sangat
lemah dan orang-orang yang penuh dengan maksiat? orang-orang tiap hari ingkar
kepada Allah?
Akan tetapi ketika datang hidayah
sehingga menancap di hati maka orang itu dicintai oleh Allah walaupun asalnya
orang itu rendah dan banyak dosa, orang itu penuh maksiat, dan orang itu lupa
orang sehingga mengikuti syahwat nafsunya, akan tetapi orang itu diangkat oleh
Allah menjadi kekasihNYA karena menancapnya ayat itu didalam jiwa!
MAKA WAHAI SAUDARAKU…
Tancapkan perasaan dholim itu karena sedetik perasaan itu
terangkat ya sedetik itu iblis masuk kedalam hati kita, maka harus dilatih dan
banyak menangis didunia ini, kalau tidak bisa menangis lahirnya ya hatinya
harus menangis merasa rendah, banyaknya maksiat ini saya sumbernya!
Andaikan saya baik, doa saya
pasti diterima dan orang-orang akan baik, harus dilatih itu jangan ada
kesempatan merasa baik! merasa rendah, merasa dosa, merasa dholim, merasa diri kita tidak ada apa-apanya dan merasa kecil itu
sumber pertolongan dan fadholnya Allah.
Maka latih… latih… perasaan itu, perasaan
faqodholamtu
abadaw warobbini, sebab Rasulullah tidak akan membimbing kalau si hamba
belum benar-benar menyadari dan mengakui sungguh kami dholim selalu!
INI YANG HILANG DIHATINYA UMAT, SEHINGGA KITA HANYA BISA BERBICARA AKAN
TETAPI TIDAK MENGETRAPKAN!
Walaupun mujahadah ditingkatkan, riyadhoh benar-benar ditingkatkan tapi
apa jadinya semakin meningkat kita semakin merasa tepat, hancur sudah perasaan dholim selalu itu yang semestinya ada
didalam hati kita! Inilah awal hilangnya rasa dholim dan kufur sehingga merasa pede dihadapan Allah!
Ingat…!!! sedikit kita merasa
LILLAH BILLAH, seketika itu jauh dihadapan Allah (RUQYATUL QURBI.. BU’DUN)
PERHATIKAN kita tidak bisa NOL,
itu adalah fadhol dari Allah, maka jangan sekali-kali pupuk rohani menuju kepada
Allah “faqodholamtu abadaw warobbini” dan “Innal insana ladholumun kaffar”
hilang, lebih-lebih di zaman ini harus
kita tingkatkan.
Ingat zaman ini juga banyak
penyakit, banyak orang yang tidak sakit tiba-tiba mati mendadak, banyak orang
yang belum taubat tahu-tahu duduk dengan keluarga jatuh dan mati! kita
bertanggung jawab dan masyarakat masih membutuhkan kita, walaupun kita ini
miskin dan bodoh, justru bodoh miskin itu bawa itu sebagai komandan perjalanan
menuju kepada Allah!
Katakan dihadapan Allah “Yaa
Allah saya orang bodoh dan miskin, ahli maksiat, dan banyak dosa tidak pantas
berjuang untuk kesadaran” itu jadikan menuju kepada Allah, akan tetapi jika perasaan itu
sudah hilang jangan harap bisa bertemu dengan Allah untuk mengingat Allah pun
sulit!
Masa kita mengingat Allah sambil
bertolak pinggang?
Masa kita mengingat Allah dengan
merasa suci?
Ini sunggguh terbalik, karena
hakekat ingat kepada Allah harus merasa rendah! Karena yang kita ingat adalah
SANG PENCIPTA, yang kita ingat adalah TUHAN YANG MAHA SUCI!
Masa dihadapan Allah kita syirik menyekutukan Allah dengan
kebaikan kita bahkan dengan perasaan AKU yang disebut dengan ANANIYAH!
OLEH KARENA ITU WAHAI SAUDARAKU…
Latih… latih… perasaan rendah
dengan perasaan dosa walaupun kita baik secara lahiriah tidak pernah maksiat,
tapi bersujudlah dihadapannya katakan justru maksiat saya adalah merasa bangga
dengan ibadah saya, merasa takabur sehingga banyak saudara-saudara kita mati
belum taubat karena sebab saya Yaa Allah…. bahkan keluarga, ayah, ibu, anak
belum kenal ilmu ini sebab karena saya dan itu harus terlatih!
Maka ingat saudara-saudaraku
kitapun akan menyusul saudara-saudara kita yang sudah meninggal dunia, hidup
kita hanya sekali dan sebentar lagi kita akan meninggalkan dunia yang fana’
tapi perjuangan rohani tidak boleh putus!
Akan tetapi siapa yang digadang
dan diharap untuk meneruskan perjuangan rohani kalau pertama kali pondasinya
perasaan dholim dan perasaan
rendah-serendahnya tidak mampu, siapa yang akan meneruskan perjuangan yang
agung ini?
Maka terjadi dimana-mana orang
menolak ajaran suci "LILLAH BILLAH" sebab
karena kita sendiri tidak bisa mencerminkan sifat dan sikap kasih sayang!
Maka tanamkan pupuk kesadaran
kepada Allah, dan pupuk kesadaran ialah ketika kita merasa dholim, merasa rendah-serendahnya, merasa kufur, merasa penuh dosa
jangan sampai hilang dihati kita!
Ingat satu detik hilang perasaan
itu satu detik itu dimakan oleh iblis dan dibawa ke alam ananiyah saat itulah kita merasa aku!, maka terlempar dalam wilayah
suci KETUHANAN, sehingga menjadi temannya iblis dan setan! Itu hanya satu detik
apalagi sering, roh kita dikawal dengan iblis dan setan karena kita tidak
bersih.
Alangkah sedihnya hidup ini yang
hanya sekali ini, kita kembali berpulang kepada Allah melewati alam barzah dan alam ma’syar sedangkan posisi kita membawa perasaan aku dihadapan Tuhan!
Mari kita latih… latih perasaan
rendah dan dholim ini karena itu
pupuk kesadaran, kalau kesadaran itu sudah ada dihati otomatis hati kita ada
perasaan NOL, tidak ada kemampuan apa-apa karena pandangan kita hanya satu
Allah SWT sebagai kesadaran jiwa, INGAT itu adalah kesadaran jiwa!
Maka jadikan hidup yang hanya
sekali ini benar-benar berarti menjadi seorang hamba mempunyai sifat rendah,
banyak berlumuran dosa serta, serta tidak memiliki daya dan kekuatan melaikan “LAA
HAULAA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH”, perasaan ini harus ditancap didalam jiwa
nyawa keluar dari jasad.
LATIH… LATIH… LATIH PERASAAN RENDAH, HINA, DAN NOL SAMPAI MEREGANNYA
NYAWA (AL WAJAL ILAL AJAL)
SELAMATLAH WAHAI SAUDARAKU…
SEMOGA ALLAH MERIDHOI PERJALAN HIDUP KITA
Catatan perjalanan hidup “Al Fakir” yang hina
Dalam Bumi Kerendahan, 19 April 2014
“Hidup Sekali Harus Berarti”

0 comments :
Posting Komentar