INGAT
WAHAI SAUDARAKU….!!!
Tidak lama lagi… tidak akan lama lagi…
Kita akan masuk dalam episode yang terakhir dalam kehidupan ini
Dimana kita akan hancur ditelan bumi
Tidak peduli…
Apakah dia adalah si eksekutif…
Apakah dia seorang konglomerat…
Apakah dia seorang aktor dan artis…
Apakah dia seorang yang gagah dan cantik…
Ataukah dia seorang yang papah dan miskin…
Semua tiada arti… karena semuanya harus hancur ditelan bumi! Tidak
peduli kita siapa yang jelas jasad kita akan ditanam didalam tanah!
RENUNGKANLAH…!!!
RENUNGKANLAH WAHAI SAUDARAKU…!!! SAAT ITU PASTI AKAN MENIMPA KITA SEMUA!
Si miskin, si kaya, si mulya, atau si hina semuanya akan kembali
kedalam episode terakhir kembali kedalam tanah yang akhirnya hancur tiada arti!
Si cantik dengan kecantikannya tidak berdaya akan dikerubuti oleh
belatung-belatung dan bakteri-bakteri pengurai sehingga merusak kecantikannya!
Si kaya dengan hartanya tidak berdaya untuk menghindari ulat-ulat
yang siap menghancurkan dirinya!
Si pangkat tidak mampu dengan kekuasaannya untuk menghalangi
bakteri-bakteri untuk menggerogoti tubuhnya!
Sehingga semua kembali ke tanah tiada arti!
Episode terakhir dalam kehidupan ini, yang dulu gagah yang dulu
disanjung ujungnya jasad sudah membeku, ujungnya jasad ini sudah tidak ada
aliran darah, jantung yang berdetak telah berhenti, paru-paru untuk penyaring
udara telah berhenti, padangan sudah beku memandang kosong.
Episode terakhir, tidak ada arti, tidak ada kehidupan yang mewah,
kenangan indah sudah tidak ada lagi, malah jadi beban, dulu banyak orang yang
memuji tapi pada saat itu semuanya akan melupakan dan meninggalkan kita
terbaring lurus diatas batu nisan.
Episode terakhir, tahu-tahu si cantik, si mulya, si sukses, si
konglomerat, ternyata bersama-sama diangkat masuk kedalam liang lahat asalnya
dari tanah kembali ke tanah.
Episode terakhir adalah kehancuran segala bidang, apa yang ia
miliki semuanya harus hancur termasuk jasad yang selama ini ia cintai dan
manjakan.
Si kaya, si tampan, si cantik, si mulya, sampai pada episode
terakhir semua akan kembali ke tanah dan ketika turun ditanah, akan lepas
rambut, kulit-kulit akan terkelupas, akan lepas kuku-kuku yang ada ditangan,
termasuk tangan dan kaki kita akan lepas, belum kalau perut yang penuh barang
haram ini meledak berlumur penuh dengan darah-darah hitam berbau sangat busuk,
semuanya dimakan belatung dan ulat-ulat ditanah.
RENUNGKANLAH…!!!
RENUNGKANLAH WAHAI SAUDARAKU…!!! SAAT ITU PASTI AKAN MENIMPA KITA SEMUA!
Episode terakhir… si kaya tiada arti… si konglomerat tiada arti…
si mulya yang didewa-dewakan, semuanya akan hilang, inilah episode terakhir
ternyata kita semuanya harus hancur, tapi kita tidak pernah berbenah dan tidak
pernah bersiap diri.
Saat
itu roh menjerit minta ditangguhkan kematiannya :
"Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan
(kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah
dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (QS. Al Munaafiquun : 10)
EPISODE TERAKHIR DALAM KEHIDUPAN MANUSIA ADALAH KEHANCURAN!
SI KAYA TIDAK AKAN DIKENANG LAGI…
SI MULYA TIDAK AKAN DIKENANG LAGI…
SI KONGLOMERAT SUDAH TIDAK DIKENANG LAGI..
Masa-masa indah yang ia kenang semuanya tiada lagi bahkan menjadi
beban!
Saat itu manusia tiada arti didalam episode terakhir tersebut!
Maka episode pertama dalam kehidupan yang kedua yang
selama-lamanya tiada kematian!
Inilah yang menentukan bahagia atau tidaknya!
Maka berbenahlah… persiapkanlah… untuk menyongsong kehidupan yang
kedua.. yang selama-lamanya tiada batas!
Semuanya tiada arti…
Si mulya tiada arti… si konglomerat tiada arti karena semuanya
hancur!
Renungkanlah… renungkanlah… renungkanlah wahai saudaraku…
Ingat hidup sekali harus berarti…!!! Kita akan pulang jangan sesat
dijalan
Ingat sekali lagi kita berjalan melalui waktu!
Kita mati harus syahid! kita akan kembali kepada Alloh! Di ujung
kehidupan kita harus kenal… kita harus ma’rifat kepada Alloh! karena orang
arifin yang diinginkan hanya satu yaitu NOL (ma’rifat)
Sekali lagi…
Renungkanlah… renungkanlah… renungkanlah wahai saudaraku…
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati” (QS. Ali
Imran : 185)
Maka hidup sekali harus berarti!
Hilangkan kebanggaan… hilangkan keakuan… karena semua akan hancur
dalam kehidupan episode yang terakhir dimana jasad harus kembali kedalam tanah
Karena manusia asalnya dari tanah kembali ke tanah.
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan
(kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Munaafiquun : 11)
Maka latih perasaan rendah… latih perasaan hina… latih perasaan
tiada kemampuan dan daya karena kita akan mati… akan kembali kepadaNya
“Sesungguhnya kamu akan mati dan
sesungguhnya mereka akan mati (pula)” (QS. Az-Zumar : 30)
Semoga dipenghujung dalam episode terakhir
kehidupan ini kembali dalam keadaan hati yang bersih Bi Qolbin Salim…
Aamiin…
RENUNGAN DARI BELIAU ABAH HERU SUDJI PERSIAPAN UNTUK KEMBALI
KEHARIBAANNYA
-------------------
Catatan perjalanan hidup Al Fakir
yang hina
Dalam bumi kerendahan, 4 Maret
2015
“HIDUP SEKALI HARUS BERARTI”

0 comments :
Posting Komentar