WAHAI SAUDARAKU INGATLAH….
Seorang yang
dekat dan dicintai oleh ALLAH, pasti akan diuji dari berbagai macam bentuk ujian
untuk membuktikan mana yang benar-benar beriman dan mana yang imitasi.
Firman ALLAH SWT:
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan (beriman)
masuk surga, padahal belum datang kepadamu (ujian) sebagaimana halnya
orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan
kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam ujian) sehingga berkatalah
Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan ALLAH?”
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan ALLAH itu amat dekat.” (QS. Al - Baqarah :
214)
Dan ternyata
ujian yang paling besar adalah diri manusia itu sendiri, berapa banyak
orang-orang yang alim, orang-orang besar yang terperosok dan gagal dalam
kehidupan ini karena tidak mampu untuk mengalahkan dan menundukkan dirinya
sendiri.
Dalam kitab
Al-Hikam didawuhkan :
“Aslukulli ma’siatin waghoflatin wasyahwatin
arridhoo aninnafsi”
Sumber
kemaksiatan dan lupa kepada ALLAH dan mengikuti keinginannya adalah karena ridho terhadap nafsu.
Maka Rasulullah
Saw pun sendiri bersabda :
Raja’na min jihadil asghar ila jihadil
akbar” kita baru saja menyelesaikan jihad kecil dan akan menuju jihad yang
lebih besar lagi, sepontan para sahabat bertanya “jihad apa lagi yang lebih
besar dari jihad di perang badar ini ya Rasulullah?” Rasul menjawab
“Jihadunnafsi” jihad melawan hawa nafsu. (HR Baihaqi dari Jabir)
Ternyata musuh
itu ada didalam diri kita, maka perang “AKBAR” yaitu menghadapi diri kita
sendiri, karena musuh yang didalam diri kita menjadikan kita lupa dari ALLAH, sehingga
kita ibadah bukan menyembah ALLAH akan tetapi kita menyembah diri kita sendiri
(menyembah nafsu kita) LINNAFSI BINNAFSI!
Dulu di zaman jahiliyah manusia menyembah patung yang
dibuatnya sendiri dari seonggok batu yang diukir, tapi diakhir zaman bila ada
orang menyembah patung kita berani mengatakan itu syirik, memang itu adalah syirik
akan tetapi kita tidak pernah mengoreksi diri kita!
Sabda
Rasulullah SAW:
“Abghodu
ilaahin u’bida indallohi fil ardhi huwal hawa”
Sesembahan
dimuka bumi yang paling dimurkai ALLAH adalah NAFSU!
Artinya
siapapun yang tidak mengabdi kepada ALLAH dengan dasar LILLAH BILLAH maka
otomatis menyembah DIRINYA SENDIRI (LINNAFSI
BINNAFSI)!
Mari kita
renungkan PATUNG-PATUNG SESEMBAHAN YANG KASAT MATA ternyata ada yang lebih
dilaknat oleh ALLAH yaitu bila kita menyembah dan mengabdi kepada PATUNG-PATUNG
YANG TIDAK KASAT MATA dialah NAFSU YANG ADA DIDALAM DIRI KITA!
Apa artinya
kita ibadah, sholat, haji, puasa, zakat, dan lain-lainnya bila TUHAN-TUHAN
NAFSU KITA BANGUN BAGAIKAN MAHLIGAI DAN KERAJAAN NAFSU YAITU “ANANIYAH”
DIDALAM DIRI KITA.
Ingat
saudaraku…!!! dengan nafsu ANANIYAH muncullah PENGAKUAN KITA SEBAGAI TUHAN!
Kita merasa lebih baik, merasa mampu dan kuat sehingga kita tidak pernah
menyadari bahwa diri kita adalah ciptaan (NOL) tidak memiliki apa-apa, karena
kita adalah bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.
Sekarang
keadaan zaman lebih parah daripada zaman jahiliyah,
umat sama-sama berbondong-bondong patung yang ada didalam dirinya yaitu patung “ANANIYAH”
yang disebut dengan “AKU”.
Sehingga
patung-patung yang bernama “AKU”,
menjajah rohani kita, akibatnya ketika kita ibadah seharusnya lurus HANYA KARENA
ALLAH (LLLAH) DAN SEBAB SEMUA PERTOLONGAN DARI ALLAH (BILLAH), akan tetapi
malah kita aku sehingga kita bangga dengan amal kita, bangga dengan ibadah kita.
INILAH YANG MENJADIKAN IBADAH KITA TERHAPUS
70 TAHUN DALAM SEKALI BANGGA!
“AL UJBU LA YUHBITU AMALA SAB-INA SANAH”
UJUB MENGHAPUS AMAL SELAMA 70 TAHUN!
WAHAI SAUDARAKU…!!! KETIKA KITA DIKUASAI
OLEH NAFSU (ANANIYAH) MAKA TUMBUH PERASAAN LEBIH BAIK, MULYA, LEBIH AGUNG DARI
ORANG LAIN.
sedangkan Rasulullah
Saw bersabda “laa yad-khulul jannata
man-kana fiiqolbihi mist-qola dzarrotin min kibrin”
Yang artinya tidak akan masuk dalam surga
siapa orangnya yang didalam hati ada sedikit merasa besar (agung, baik, mulya).
BAGAIMANA DENGAN DIRI KITA…??? WAKTU KITA SANGAT TERBATAS! SEBENTAR LAGI KITA PASTI
PULANG!
Ingat saudaraku…!!!
sebentar lagi pasti pulang, roh kita akan menghadap kepada ALLAH, untuk
mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang pernah kita lakukan, apa jadinya
ketika kita pulang membawa kotaran hati yang bernama “SYIRIK” itu? Termasuk
kita menyembah diri kita sendiri?
Wahai
saudaraku…. mari kita renungkan…
Ketika kita
meminta pertolongan kepada orang, beranikah kita merasa lebih tinggi dan lebih
mulya dihadapan orang yang menolong kita? Tentu tidak! Malah justru kita harus
merendah dan merasa kecil dihadapannya.
Maka…!!! Bagaimana
kita dengan ALLAH…. yang tiada lepas sedetikpun pertolongan ALLAH kepada kita
karena ALLOHUSSOMAD… mestinya kita
harus merendah SERENDAH-RENDAHNYA dihadapanNYA, ternyata kita malah merasa
tinggi, tidak punya adab (tatakrama) dihadapanNYA, malah kita senantiasa lupa
kepadaNYA dengan mengandalkan doa kita, mengandalkan mujahadah kita,
mengandalkan sholat malam kita dan mengandalkan semuanya selain ALLAH!
Ingat dan
sadarlah wahai sudaraku…!!! tiap detik kita butuh pertolonganNYA, dan kita
tidak lepas dari kekuasaanNYA sehingga 1 detik lepas dari ALLAH maka hancurlah
diri kita!
Maka orang berakal
sempurna pasti sadar kepada ALLAH!
Wahai
saudaraku…
Ada seorang
ulama besar Syeikh Abu Bakar Ibnu Khiwar
Al Bathoihi asalnya seorang rampok terkenal yang sangat kejam, akan tetapi
suatu saat hidayah turun, ketika akan merampok disuatu rumah, beliau mendengar
suara tangisan seorang anak dipelukan ibunya, sambil berkata “ibu.. aku takut dengan perampok yang akan
mencuri bahkan nanti akan membunuh kita”
Saat itu
turunlah hidayah ketika mendengar suara tangis seorang anak dipelukan ibunya
itu, sambil berucap lirih seraya berkata “engkau
masih takut dengan aku, sedangkan aku tidak pernah takut dengan ALLAH”.
Saat itulah Syeikh Abu Bakar Ibnu Khiwar Al Bathoihi benar-benar merasa kecil dihadapan ALLAH,
sehingga beliau pulang tidak jadi merampok rumah penduduk sehingga taubat
dihadapan ALLAH, sehingga setiap malam merenungi dosa-dosa yang pernah ia lakukan,
suatu saat beliau bertemu dengan Syeikh
Sa’roni. Syeikh berkata :
Apakah taubatmu
seperti itu? Sempurnakan taubatmu, dengan perasaan tidak mampu! Sadari bahwa
hidayah itu datang dari TUHANMU sehingga engkau TIDAK MENGANDALKAN TAUBAT,
PENYESALAN DAN AIRMATAMU (NOL)!
Saat itulah Syeikh Abu Bakar Ibnu Khiwar Al Bathoihi diangkat menjadi kekasih ALLAH
karena kerendahannya dan merasa hina sehingga menimbulkan perasaan NOL sadar
bahwa semuanya itu datang dari ALLAH!
Wahai
saudaraku… Bagaimana dengan diri kita? Dosa kita sangat banyak?
Ucapan kita banyak
menimbulakn fitnah, dan hati kita sangat kotor dan jahat merasa sombong dan
bangga dengan amal kita bahkan merasa lebih baik dari orang lain…???
Ingat… semua
itu tidak akan dibiarkan oleh ALLAH, suatu saat dihari pengadilan semua
perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban!
Bagaimana nasib
kita dihadapan ALLAH? Kita tidak akan bisa lari dari ALLAH!
Kenyataan
dihari ini kita masih sombong, masih merasa mulia!
Kapan kita bisa
merendah dihadapan ALLAH?
Kapan kita bisa
merasa dosa dihadapan ALLAH?
Kapan kita bisa
menangisi dosa kita?
Apakah belum
waktunya hati kita tunduk dan khusyu’ dihadapan ALLAH padahal waktu kita sangat
terbatas!
INGAT…!!! KITA AKAN PULANG JANGAN SAMPAI
SESAT DIJALAN MAKA HIDUP SEKALI HARUS BERARTI!
Mari kita
sadari bahwa diri ini penuh maksiat! tidak pernah ingat dihadapan ALLAH!
Selalu merasa
baik, merasa benar!
Ingat…!!! hidup
kita hanya sekali dan kita akan pulang kembali kepada ALLAH (innalillahi wainna ilaihi roojiun),
maka pulang hati harus BIQOLBIN SALIM, artinya
hati kita harus benar-benar bersih dari sifat-sifat madzmumah.
Ingat wahai
saudaraku…!!!
Tanda-tanda
kita dicintai oleh ALLAH hilanglah penyakit hasud, sombong, takabbur, bangga, riya’, pamer dan sifat-sifat yang
tercela! Seorang kekasih ALLAH dijauhkan dari penyakit hati!
Mari kita buang
jauh-jauh sifat itu!
Ingat…!!!
Orang yang
merasa bahwa dirinya sudah menjadi WALI sesungguhnya ia jauh dari ALLAH dan
bukan seorang WALI!
Dan ciri-ciri
orang yang dicintai oleh ALLAH pasti mempunyai kriteria yang MENDARAH DAGING apabila ada didalam kriteria ini dia termasuk orang yang dicintai oleh ALLAH, berikut ciri-ciri orang yang dicintai oleh ALLAH:
1. Selalu menutupi aib orang lain, dan dia sibuk dengan kesalahan dirinya sendiri.
2. Selalu memaafkan walaupun sebesar apapun kesalahan orang lain yang ia lakukan pada dirinya.
3. Memakai baju kerendahan sehingga menaruh orang lain diatas dirinya artinya tidak ada perasaan menonjol (AKU) didalam dirinya.
4. Lemah lembut dan kasih sayang terhadap siapapun juga.
1. Selalu menutupi aib orang lain, dan dia sibuk dengan kesalahan dirinya sendiri.
2. Selalu memaafkan walaupun sebesar apapun kesalahan orang lain yang ia lakukan pada dirinya.
3. Memakai baju kerendahan sehingga menaruh orang lain diatas dirinya artinya tidak ada perasaan menonjol (AKU) didalam dirinya.
4. Lemah lembut dan kasih sayang terhadap siapapun juga.
Apabila salah
satu orang yang memiliki sifat tersebut sesungguhnya ia adalah sebaik-baik umat
karena dia mewarisi karakter para nabi dan mewarisi sifat Rasulullah Saw, karena
sebaik-baik umat ialah pewaris sifat dan akhlaqul
karimah beliau Rasulullah Saw.
Maka carilah
orang yang memiliki 4 sifat tersebut, dan mintalah bimbingan kepadanya,
walaupun bisa jadi ia adalah seorang tukang becak, pemulung, petani, atau orang
yang sangat miskin.
Ingat…!!! hidup
ini hanya sekali, sebentar lagi kita akan pulang dan dibongkar rahasia batin
kita dihadapan ALLAH (wakhussila-maa fissuduur)!
Mungkin kita
tidak sadar ternyata kita penipu TUHAN, penipu diri sendiri karena kenyataan
batin ini masih jauh dari ALLAH SWT!
Kita merasa
sudah benar, kita sudah merasa “LILLAH BILLAH” tapi kenyataan membohongi ALLAH!
Awas…!!! Ini
adalah munafik!
“ORANG MUNAFIK ADALAH TEMPATNYA DI NERAKA
YANG PALING BAWAH”
Wahai saudaraku…
Kita pasang jiwa
kita dalam bumi kerendahan, kita tanam dalam bumi kerendahan dan didalam bumi
kesamaran (idfin wujuudaka fil ardhil
khumuuli) karena manusia yang dipilih oleh ALLAH adalah manusia yang paling
merasa rendah dihadapanNYA!
Walaupun kita
kumpul dengan ulama besar, tanamkanlah kerendahan!
Walaupun kita
kumpul dengan orang miskin yang papah, tanamkanlah aku lebih rendah daripada Si
Miskin itu. Pertahankan sampai mati, sampai ajal menjemput kita!
Jangan sampai
yang membaca artikel ini tidak merasa rendah!
Ketika sholat,
katakan akulah yang paling rendah!
Ketika
mujahadah, katakana akulah yang paling rendah!
Karena sifat
para kekasih yang paling menonjol adalah kerendahan dihadapan ALLAH SWT!
Sifat seorang
kekasih adalah karena perasaan kerendahannya dihadapan sesama sehingga dia
kasih sayang dan lemah lembut kepada siapapun.
Kapan kita
menangisi semua dosa-dosa ini…??? kapan kita bersimpuh dihadapanNYA dengan
penuh kehinaan padahal IZROIL datang sewaktu-waktu datang tanpa kompromi untuk
mencabut roh kita ini!
Mungkin kita
terkejut karena tidak ada kerendahan!
Kapan kita
taubat dihadapan ALLAH SWT?
Airmata ini
adalah merupakan mutiaranya rohani tapi tidak kita berdayakan, sehingga airmata
ini beku!
Dosa yang
sekian banyak kita tabung dan kita tumpuk, tidak mampu mencairkan airmata yang
beku ini!
SEORANG KEKASIH LEBIH BANYAK MENANGIS
DARIPADA TERTAWA!
SEORANG KEKASIH LEBIH BANYAK PRIHATIN
DARIPADA BERGEMBIRA!
SEORANG KEKASIH MENGHARAPKAN PERTEMUANNYA
DENGAN YANG DIKASIHI!
Tapi kita tidak
pernah merasa ditemui Sang Kekasih!
Mari kita
tundukkan jiwa kita, menangis didunia akan lebih berharga daripada di akhirat!
Sudah lama
airmata ini tidak pernah tumpah….
Sudah lama
airmata ini tidak pernah mencuci jiwa…
Ingat…!!!
Seorang kekasih
lebih banyak menangis, lebih banyak prihatin!
Jangan
membohongi diri!
Munafik telah
berkeliaran didalam kehidupan ini!
Mungkin diri
ini yang munafik!
Mengaku islam,
mengaku iman, mengaku mengikuti Rasul tapi kita senantiasa bergandeng dengan
nafsu kita, kita senantiasa bersaudara dengan syaiton dan iblis karena
sifat-sifat kita yang tercela.
Jadilah penerus
karakter NUBUAH PARA RASUL khususnya karakter RASULULLAH SAW (LIRROSUL BIRROSUL)!
Marilah
saudaraku….
Kita sadari
semuanya demi pendekatan kita kepada ALLAH WAROSULIHI SAW
FAFIRRU…
ILALLOOH…. FAFIRRU… ILALLOOH…. FAFIRRU… ILALLOOH….
HIDUP SEKALI HARUS BERARTI!
SATU UCAP HARUS MEMBAWA HIKMAH!
SATU LANGKAH HARUS BERMANFAAT!
DAN SADARI BAHWA SEMUA BUKAN MILIK KITA,
KARENA KITA BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA!
MAKA ANDALKANLAH SANG MAHA WUJUD, SANG MAHA
ADA, SANG MAHA SEGALA-GALANYA!
SALAM…
----------------
Catatan Perjalanan "Al Fakir" yang hina
Dalam Bumi Kerendahan, 19 Januari 2015
Hidup Sekali Harus Berarti

thanks a lot untuk pencerahannya.
BalasHapusTerima kasih wahai orang bijak (guru) .. terima kasih yang tulus.. semoga Allah Ta'alla ridho dan memberkahi kita semua serta memberi petunjuk bagi yang tersesat termasuk saya untuk kembali ke jalan Allah.. Aamiin YRA.
BalasHapusTiada yang lebih baik selain mempersiapkan bekal menuju kampung akhirat, aku merindukan orang seperti engkau
ALLOH. ALLLOH. ALLOH.
BalasHapusTerimakasih.
BalasHapusALLAHUAKBAR.
BalasHapus