INGAT
WAHAI SAUDARAKU…!!!
Apapun mulya
dan bahagianya hidup didunia ujungnya adalah kematian, artinya hidup untuk
menyongsong kematian maka celakalah orang yang berpegang teguh dengan dunia
sebagai Tuhannya, seakan-akan dunia adalah segala-galanya, karena dunia
ujungnya adalah kematian, maka siapa yang berani hidup didunia pasti berujung
kepada kematian!
Dan ketika
hidup didalam kandungan IBU PERTIWI (dunia), dan suatu saat kita dilahirkan
oleh IBU PERTIWI kita akan hidup yang selama-lamanya, itulah hidup yang hakiki
tiada kematian selama-lamanya yaitu ketika kita keluar dari kandungan IBU
PERTIWI (mati)!.
“TIDAK MUNGKIN HIDUP AKAN BERUJUNG
KEMATIAN, APAPUN HIDUP TETAP HIDUP, TIDAK AKAN PERNAH ADA KEMATIAN, MAKA DUNIA
ITU ADALAH KEHIDUPAN YANG MENIPU!”
Ternyata seindah
apapun hidup didunia tetap ujungnya adalah kematian, setelah kita hidup
didunia, inilah proses didalam
kandungan IBU PERTIWI, dan ketika kita dilahirkan oleh IBU PERTIWI saat itulah
kita masuk di ALAM BARZAH, masuk dalam kehidupan yang hakiki tiada pernah ada kematian!
Tapi mengapa sebagian besar kita
mementingkan kehidupan yang semu ini yang berujung pada kematian yang semua harus kita tinggalkan? Yang pada akhirnya kita
dilalaikan oleh dunia, lupa bahwa ada kehidupan yang kekal dan hakiki tidak
pernah ada mati lagi!
Dikehidupan
yang kedua inilah yang lebih baik
dan kekal, tapi sayang manusia terlena akan kehidupan yang semu ini dan berujung pada kemusnahan dan kehancuran.
Telah di
firmankan oleh Allah SWT :
“Bahwa
didunia ini adalah permainan dan senda gurau belaka” (QS. Muhammad : 36)
Ini peringatan
dari ALLAH khususnya yang hidup didunia ini adalah bukan kehidupan sejati!
Kita liat
kronologisnya ketika ALLAH membuat manusia, disaat itu roh ditanami keyakinan
yang mendarah daging (MUSYAHADAH), sehingga ketika ALLAH mengatakan
“ALASTU
BIROBBIKUM”, maka serempak roh menjawab “QOOLU BALAA SYAHIDNA” (iya Engkau Tuhanku dan kami telah
menyaksikan).
Ternyata sebelum
manusia diturunkan dimuka bumi ini manusia sudah mengetrapkan IKHSAN (MUSYAHADAH), oleh karena itu didunia ini kita dituntut untuk sadar kepada ALLAH dengan pengetrapan IKHSAN!
Ternyata kita
sebelum masuk didunia, ini prosesnya ada didalam kandungan ibu, maka tepat
waktunya dilahirkanlah kita didunia ini, ketika itu semua bayi yang lahir menangsi histeris dengan tangan
menggenggam rapat tanda kehidupan yang baru (dunia), tapi ternyata kehidupan ini adalah semu, yang berujung kematian!
Oleh karena itu apa yang kita cari didunia ini? kalau semuanya tiada arti dan harus kita tinggalkan?
SADARKAH WAHAI SAUDARAKU…!!!
UJUNG KEHIDUPAN INI PASTI AKAN KITA
TINGGALKAN DAN SEMUANYA TIADA ARTI!
Inilah proses
didalam kandungan ibu pertiwi, nanti pada suatu saat ibu pertiwi melahirkan
kita dan Itulah kehidupan yang sesungguhnya, tiada kematian lagi, kekal dan abadi, disana ada kedamaian dan
ketenangan karena hidup selama-lamanya tiada batas.
Tapi sayang kebanyakan manusia itu memilih
kehidupan yang berujung dengan kematian serta semuanya harus ditinggalkan!
INGAT SEKALI LAGI...!!!
Akhirat itu lebih baik dan kekal, kalau tepat dalam dalam kehidupan ini maka
selamatlah dan bahagialah kita selama-lamanya.
Disana mengalir air-air sungai surgawi yang rasanya manis
bagaikan madu dan lezatnya
tiada terkira dan tak
terbayangkan, dan disana tiada
ada rasa sakit, lelah, yang ada hanyalah
kebahagiaan, itulah sunga disurga Tasnim,
Tsalsabila yang diperuntukkan oleh
ALLAH kepada hambanya yang didalam kehidupan semu didunia ini tidak tersesat
jalannya (beriman).
Lebih-lebih alangkah indahnya saat itu,
bertemu dengan RASULULLAH SAW kekasih hati yang tiap hari didunia kita rindukan dengan memanggil asmaNYA dengan
berlinangan airmata berharap tiada berpisah denganNYA.
Oleh karena itu saudaraku... hendaklah hidup sekali didunia ini harus berarti karena kita pasti akan pulang, maka
jangan sesat dijalan! FAFIRRUU... ILALLOH... LARILAH KEMBALI KEPADA
ALLOH
BAGAIMANA DENGAN DIRI KITA INI?
“SESUNGGUHNYA KITA ADALAH ORANG-ORANG YANG
MELAMPAUI BATAS! DUNIA YANG SEMU KITA SEMBAH, KITA DEWA-DEWAKAN, DAN KITA
CINTAI MELEBIHI BATAS, SEHINGGA MENGALAHKAN CINTA KITA KEPADA SANG PENCIPTA,
MENGALAHKAN CINTA KITA KEPADA RASULULLAH SAW! SEHINGGA DUNIA DIJADIKAN
SURGANYA, MENCINTAI DUNIA MELEBIHI DARI SEGALA-GALANYA!”
Maka ketika kita dilahirkan dari kandungan ibu
pertiwi bukan malah kebahagiaan akan tetapi penderitaan yang kita dapati!
Apa arti kaya
didunia ini?
Apa arti mobil
mewah yang kita tumpangi?
Apa arti rumah
mewah tempat kita bernaung?
Sesungguhnya semua itu merupakan beban bagi roh
(jiwa) ini!
INGAT…!!!
“TAMBAH PANGKAT SESEORANG, TAMBAH MULYA SESEORANG, TAMBAH PANDAI SESEORANG, TAMBAH CANTIK DAN TAMPAN SESEORANG, MALAH MENJADIKAN BEBAN BAGI ROH KITA, KARENA SEMUANYA MERUPAKAN UJIAN YANG HARUS
DIHADAPI OLEH ROH (JIWA) KITA!”
Oleh karena itu kita dituntut untuk sadar kepada
ALLAH dalam pengetrapan IKHSAN sehingga kita menyadari bahwa semuanya bukan
milik kita.
Sesungguhnya roh atau jiwa kita dipenjara dalam kubangan
dunia yang mana pasti akan hancur berhamburan karena sifatnya dunia adalah
fana’!
Maka, carilah kebahagiaan didalam kehidupan ini dengan mendapatkan ridhoNYA, karena hidup ini adalah semu!
INGAT…!!!
ORANG YANG PANDAI ITU ADALAH ORANG YANG
MENGENAL SIFATNYA DUNIA!
SIFAT DUNIA ADALAH PANAS, SIFAT DUNIA ITU
MENJAUHKAN DARI TUHANNYA!
ORANG YANG PANDAI DAN BERAKAL IA AKAN
MEMILIH KEHIDUPAN YANG KEKAL DAN ABADI YAITU KEHIDUPAN AKHIRAT!
ORANG YANG PANDAI... PANDANGAN HATINYA HANYA SATU (ALLAH)! TUHAN SANG PENCIPTA!
Sehingga orang
yang pandai itu mengendarai dan menguasai dunia untuk bekal dan alat mengabdi kepada ALLAH demi
mendapatkan ridhoNYA!
Pokoknya apabila kita bangga kepada selain ALLAH itu palsu!
Pokoknya apabila kita takut dan mengharap kepada selain ALLAH
itu bohong!
MARI SAUDARAKU KITA RENUNGKAN...!!!
Ingat…!!! Dalam kehidupan didunia ini jangan
menoleh kebelakang!
Sadarlah bahwa
kita akan pulang!
Sadarlah
sesungguhnya dunia ini adalah tipuan!
Dan sadarlah kita akan dilahirkan oleh IBU
PERTIWI, kita keluar dari dunia ini, kita akan masuk ke alam yang baru,
disitulah tiada kematian lagi, tapi mengapa kita mencari yang semu!
Bukan berarti
apatis, untuk men cari kekayaan,
cari mobil, cari rumah mewah, tapi sadarlah bahwa semuanya itu akan
kita tinggalkan! Maka semuanya itu
harus kita lepas dari jiwa
kita dan harus kita
NOL kan roh (jiwa) kita agar tidak
menjadi beban dikelahiran yang kedua nanti!
Karena dunia ini bukan tempat bagi kita, dunia adalah tempat ujian!
SADARLAH WAHAI SAUDARAKU BAHWA DUNIA ADALAH MENIPU!
INGAT FILOSOFI JAWA “SING KATON BAKAL
MUSNO” ARTINYA APA YANG NAMPAK DAN KITA RASAKAN INI SEMUA AKAN HILANG
KARENA SEMUA UJUNG ADALAH KEMATIAN YANG TIDAK PERNAH MUSNAH DAN KEKAL DIALAH
ALLAH SANG PENCIPTA!
Sadarlah bahwa hidup ini berujung kepada
kemusnahan!
Sadarlah bahwa kehidupan dunia ini
adalah fatamorgana!
Karena tidak
mungkin kehidupan berujung dengan
kematian!
Maka kehidupan ini adalah bukan kehidupan yang sejati,
semua dan fatamorgana!
Kita hidup ini ternyata untuk menyongsong
kematian!
Kematian merupakan kelahiran menuju alam yang kekal
abadi itulah kehidupan yang hakiki!
ingat! kita
akan dilahirkan kealam yang hakiki
yang tiada kematian ketika roh keluar dari jasad!
RENUNGKANLAH WAHAI SAUDARAKU...!!! DAN SADARLAH...!!!
Ternyata dalam kehidupan ini setiap detik
kita terlena, setiap pagi kita terlena, setiap tidur kita terlena, lupa bahwa kita mau pulang tapi kita tidak tahu jalan!
Mengapa? karena
lentera hati saat itu telah padam! Padam karena ditiup oleh badai fitnah, ditiup oleh badai kebencian, ditiup oleh badai hasud dan iri hati, ditiup oleh badai kebanggaan, dan ditiup oleh badai ketakabburan, sehingga lentera itu padam dan mati! Akhirnya kita tidak tahu jalan dan tidak tahu akan
kemana setelah ini...!!!
Ingat saudaraku...!!! kita akan melakukan
perjalanan yang sangat jauh dan
kekal, tapi sayang lentera
hati itu telah padam dan
mati.
Hanya hati yang
bersihlah yang mendapat petunjuk dari TUHAN SANG PENCIPTA!
Bersihkanlah
hati kita wahai saudaraku, karena hidup hanya sekali, agar berarti, untuk
menghadap TUHAN YANG MAHA SUCI harus dengan hati yang bersih, tiada kebencian!
Lentera hati harus hidup, perjalanan ini butuh
lentera hati yang bersinar!
Ingat...!!! Akan hidup dan bersinar bila kita
mampu melepaskan segalanya dalam kehidupan dunia ini dengan ridho, pasrah,
rendah, NOL!
Maka hidupkanlah lentera hari dengan
pengetrapan “NOL” dan “MERENDAH”
kepada SANG PENCIPTA!
Semoga ALLAH
meridhoi perjalanan kita, membawa IKHSAN sampai keluar dari kandungan IBU
PERTIWI…
Aamiin….
------------------
Catatan
perjalanan “Al Fakir” yang hina
Dalam
Bumi Kerendahan, 4 Januari 2015
“Hidup
Sekali Harus Berarti”

Bagaimana caranya supaya bisa NOL???, saya pengen sekali bisa NOL.
BalasHapusIya.. semua itu fadhol (pemberian dari Alloh) pintunya NOL adadalah kerendahan, maka dilatih trs perasaan byk berlumuran dosa.. coba nnti buka mediafire.com/alamhikmah & dan youtube nya alamhikmah juga InsyaAllah banyak ilmu disana terutama memmbahas masalah PENGETRAPAN NOL. salam
Hapus