LABBAIK ALLAHUMMA
LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARIIKALAKA LABBAIK INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL
MULKA LAA SYARIIKALAKA….
“Kami memenuhi
dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya
Allah memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga
kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu”
Haji adalah
ibadah yang sangat istimewa, tidak semua manusia diperkenankan untuk
melaksanakan, hanya tamu-tamu Allah yang terpilih untuk melaksanakan ibadah
haji siapa saja yang diperkenankan maka dia sebagai tamu ALLAH, tamu yang MAHA
SUCI tamu SANG PENCIPTA yang TIADA SEKUTU BAGINYA, begitu hebat Si Hamba...
sangat hebat! Si Miskin, Si Lemah dan banyak dosa diperkenankan sowan kepadaNYA,
begitu sayangnya SANG PENCIPTA dan kasihNYA sehingga Si Hamba yang tiada arti,
Si Hamba yang penuh dosa dan kerendahan diperkenankan bersimpuh dihadapanNYA.
Sehebat dan
semulia-mulianya rumah ALLAH didunia ini adalah MASJIDIL HARAM dan MASJIDIL
NABAWI. MASJIDIL HARAM, MASJID NABAWI dan masjid-masjid lainnya adalah
masjidnya jasad yang ada di dunia, sedangkan HATI nya orang beriman adalah
masjidnya ALLAH (QOLBUN MUKMIN BAITUL HAQ). HATI adalah masjid AL HAQ rumah
YANG MAHA SUCI dan MAHA PENCIPTA maka HATI atau jiwa harus bersih dan suci,
HATI atau jiwa yang suci harus sadar bahwa dirinya adalah ciptaan tidak ada
kemampuan dan kekuatan sehingga NOL dari pengakuan, dari perasaan mampu, kuat
dan bersih dari sifat-sifat madzmumah, jahat, iri, hasud, suudzon,
merasa baik dan bersih dari segala apapun najisnya jiwa, karena HATI adalah
merupakan BAITUL HAQ (rumah ALLAH) harus dikuasai ALLAH dan semata-mata milik
ALLAH yang MAHA SUCI dan MAHA PENCIPTA.
Jiwa atau HATI
yang merupakan BAITUL HAQ itu harus kosong, bersih, suci, tiada apa-apa dan
tiada siapa-siapa yang ada hanya SANG PENGUASA SEJATI - ALLAH YANG MAHA HIDUP!
INGAT WAHAI
SAUDARAKU… !!!
Ini kesadaran
HATI atau kesadaran jiwa, HATI harus NOL (BERSIH) hanya sadar semua untuk ALLAH
dan semua sebab ALLAH inilah LILLAH BILLAH, ketika HATI ada apa-apa dan
siapa-siapa sekecil apapun maka HATI bukan menjadi rumah ALLAH lagi karena
rumah ALLAH harus suci dan bersih “LAA
ILAA HAILLALALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU”, maka masuklah dan makmurkan
masjid ALLAH tapi ingatlah rumah ALLAH yang hakiki adalah HATI dan jiwa maka
kita akan bertemu, berdizikir, bersimpuh kepadaNYA hanya disana.
Lahir masuk di
masjid di dunia ini (MASJIDIL HARAM), tapi bila HATI yang merupakan masjidnya
ALLAH (BAITUL HAQ) ini masih kotor penuh
najis ada patung-patung dunia dan ANANIYAH, maka kita tidak akan
bertemu denganNYA walaupun kita berada
di MASJIDIL HARAM ataupun MASJIDIL NABAWI.
ALLAHUAKBAR… ALLAHUAKBAR… ALLAHUAKBAR…
LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU…
Haji di MASJIDIL
HARAM, MASJIDIL NABAWI, dan ARAFAH itu sebagai duyufurrahman (tamu
ALLAH), tapi bagaimana kita bisa sowan sebagai tamu ALLAH yang
MAHA PENCIPTA, MAHA ADA dan MAHA SUCI sedangkan rumah masjidNYA yang ada di
HATI kita, kita isi dengan patung-patung ANANIYAH (merasa
aku), patung-patung cinta dunia, patung-patung nafsu dan sifat-sifat tercela.
Walaupun kita sujud seribu kali di masjidil haram dan walaupun
kita sujud seribu kali di masjid nabawi, tapi kalau hati rohani ini yang
merupakan masjidnya jiwa masih dihuni oleh durjana-durjana ananiyah bahkan
dihuni oleh penghuni-penghuni liar berupa anjing-anjingnya rohani maka kita tidak akan bisa sowan dihadapannya
sebagai ALLAH SANG MAHA SUCI dan tidak akan bisa bersimpuh kepada ALLAH YANG
MAHA LUHUR.
LABBAIK ALLAHUMMA
LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARIIKALAKA LABBAIK INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL
MULKA LAA SYARIIKALAKA….
MARI KITA RENUNGKAN WAHAI JAMAAH HAJI…
Ketika
kita thawaf, ketika kita sa’i, ketika kita lontar jumroh, bahkan ketika kita wuquf di Padang Arafah bagaimana dengan
keadaan hati kita? Sudah bersihkah? Sudah sucikah? Sudah NOL kah dari
pengakuan? Karena semuanya itu tidak diterima oleh ALLAH karena ALLAH MAHA SUCI
dan menerima dari segala sesuatu yang suci.
Ketika
kita bersimpuh dihadapan ALLAH, airmata menetes dipelupuk mata ini tapi kalau
hati masih dihuni oleh patung-patung dunia, dihuni oleh durjana-durjana dunia,
dan banyak anjing-anjingnya rohani yang menguasai dan membuat najisnya jiwa
kita maka apa arti kita bertakbir dihari Idul Adha kalau itu hanya slogan semu
belaka, kalau itu hanya ucapan belaka tapi jiwa tidak pernah merasa kecil.
Ketika
diagungkan asmaNYA akan tetapi jiwa tidak merasa rendah ketika ditakbirkan dan
diagungkan asmaNYA, munafikah diri ini ataukah kita mempermainkan TUHAN,
lahiriyah mengagungkan akan tetapi jiwa merasa besar, jiwa merasa mampu, jiwa
merasa suci!
Sekali lagi munafikah kita dan alangkah
hinanya kita menyekutukan ALLAH ditanah suciNYA, kita sombong ditanah haramNYA,
dan kita merasa besar dihadapanNYA!
Kita adalah tamu
ALLAH, sungguh BIADABNYA DIRI INI!
ketika kita diberi kesempatan untuk sowan kepada ALLAH di tanah
HARAM akan tetapi malah bertolak pinggang MERASA HEBAT, MERASA KUASA, MERASA
MERASA MULIA dan menjagakan selain DARINYA, MENJAGAKAN AMAL KITA, MENJAGAKAN
MASJIDIL HARAM DAN TEMPAT-TEMPAT MUSTAJABAH.
ALANGKAH…!!! KITA
DIPERKENANKAN SEBAGAI TAMU ALLAH, KITA MALAH MENJAGAKAN DAN MENGHARAPKAN SELAIN
DIA! INI SUNGGUH MENYAKITI TUHAN!
Satu dzarrah ada
kotoran di dalamnya, SEKALI LAGI….
Walaupun hanya satu dzarrah bila ada kotoran di dalamnya
(HATI) mustahil, imposible, kita akan diperkenankan menghadap,
bertamu dan sowan kepadaNYA!
LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU…
Maka mutlaklah BAITUL HAQ yang ada di hati seorang
mukmin itu harus dan hanya DIA yang ADA, HATI harus kosong harus bersih
harus LAA HAULAA WALAA QUWWATA, harus NOL (BERSIH) karena DIA MAHA
ESA TIADA SEKUTU BAGINYA, MAHA SUCI dan MAHA ADA yang tiada bisa disandingkan
dengan apa-apa dan dengan siapa-siapa karena semua adalah ciptaan dan milikNYA
yang asalnya tiada.
INGAT
SAUDARAKU….!!!
Kita tidak akan
bisa sowan menghadap kepadaNYA, kita tidak akan bisa bertamu kepada YANG MAHA
AGUNG dan MAHA SUCI! walaupun jasad kita bersimpuh, bersujud di MASJIDIL HARAM
yang dimuliakan oleh ALLAH bila HATI kita masih ada sesuatu selain DIA : masih
menjagakan amal, menjagakan tempat mustajabah (ROUDHOH, MULTAZAM, HIJIR ISMAIL
BAHKAN MASJIDIL HARAM) karena
semuanya masih menjagakan dan mengandalkan selain DIA SANG PENCIPTA SEJATI YANG
ESA DAN TIADA SEKUTU BAGINYA!
BAGAIMANA DENGAN
DIRI KITA WAHAI SAUDARAKU… JAMAAH HAJI SELURUH PLOSOK PENJURU DUNIA.. SUDAH
BERSIHKAH HATI DAN JIWA KITA?
INGAT
SAUDARAKU…!!!
Yang ada di
MAKKAH itu adalah masjidnya jasad di dunia, kita harus mengikuti sunah Rasul
untuk masuk didalamnya, sholat, thawaf, sa’i, jumrah,
bahkan tahallul, tapi bila kita belum masuk dalam masjidnya roh
yang harus suci dari kesyirikan dan najisnya HATI walaupun satu dzarrah
maka apa arti jasad walaupun berada di MASJIDIL HARAM, di MASJIDIL NABAWI
bila HATI yang ada didalam jiwa seorang mukmin tidak kita jadikan tempat sholat
dan sujudnya jiwa (QOLBUN MUKMIN BAITUL HAQ), sekali lagi mustahil
kita bisa sowan kepadaNYA dimasjid yang mulia itu!
Maka bersihkanlah
RUMAH ALLAH di hati kita sebagai seorang mukmin yang dipanggil untuk memenuhi
panggilanNYA di TANAH SUCI dari sifat-sifat tercela, ananiyah,
nafsu dan segala najisnya HATI agar kita diperkenankan bertemu dan bersimpuh
sebagai TAMUNYA YANG MAHA SUCI DAN MAHA ESA.
Maka saudaraku wajiblah
bagi kita untuk membersihkan itu semua!
“TAZQIYATUNNAFSI
ANIRRODAAILI WAAJIBATUN”
(MEMBERSIHKAN
JIWA DARI SEGALA KOTORAN HATI ADALAH WAJIB)
“QOD AFLAHA
MANZAKKAHA”
(BERUNTUNGLAH
ORANG-ORANG YANG MEMBERSIHKAN JIWANYA DARI KOTORAN ATAU NAJISNYA HATI)
Maka HATI orang
mukmin yang bersih dan suci berfungsi sebagai BAITUL HAQ, RUMAH ATAU MASJID
ALLAH, maka saat itulah kita diperkenankan sowan sebagai tamu ALLAH yang MAHA
ESA dan MAHA SUCI untuk menghadap, ingat berdizkir kepadaNYA
sehingga kita mendapat karunia agung.
“ALA
BIDZIKRILLAHI TATMAINNUL QULUUB”,
itu pasti dan pasti…. Dan tidak mustahil… otomatis!
Ketika kita
diperkenankan menghadap kepadaNYA karena kesucian masjidnya yang ada di HATI
kita maka Si Hamba diberi kesadaran BERTAUHID kepadaNYA, dia tidak pernah syirik.
Semakin jelaslah
keyakinan dan kesadaran Si Hamba bahwa selain DIA, semua adalah ciptaan, tidak
pernah ada walaupun nampak dan wujud di alam nyata itu adalah ciptaan, semu,
bayang-bayang TUHAN (DZILLU ILAHIYYAH) ciptaan ALLAH YANG MAHA
AGUNG.
Ini adalah
kesadaran jiwa ketika ALLAH memperkenankan Si Hamba untuk sowan dan
bertamu kepadaNYA!
Maka ketika
kupejamkan mataku jelaslah semua tiada, semuanya semu, nyatalah hanya ENGKAU
yang ADA yaitu SANG PENCIPTA!
LAA SYAKKA… ANTA…
ANTA… dan ketika
kubuka mataku semakin jelas semua yang ada itu adalah BAYANGAN, CIPTAAN!
Maka sucikan dan
bersihkan jiwa sebagai rumah ALLAH yang MAHA SUCI dan MAHA ESA sehingga kita
dikaruniai KESADARAN BERTAUHID DAN BERTUHAN sehingga bisa menghadap KEPADANYA
dimanapun berada.
“FA AINAMAA
TUWALLUU FATSAMMA WAJHULLOH"
MAKA KEMANAKAH
MENGHADAP DISANA WAJAH ALLAH (Q.S.AL-BAQOROH [1]: 115)
Selamat untuk
menerima dan memenuhi panggilan ALLAH ke TANAH SUCI untuk melaksanakan rukun
ISLAM yang ke-5 yaitu IBADAH HAJI KE TANAH SUCI
LABBAIK ALLAHUMMA
LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARIIKALAKA LABBAIK INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL
MULKA LAA SYARIIKALAKA….
“Kami memenuhi
dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya
Allah memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga
kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu”
Catatan “Al
Fakir” yang hina
Dalam Bumi
Kerendahan, 21 September 2014
“Hidup Sekali
Harus Berarti”

0 comments :
Posting Komentar