Renungan Ibadah Haji
2013 :
LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARIIKALAKA LABBAIK INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL MULKA LAA SYARIIKALAKA….
“Kami memenuhi dan akan
melaksanakan perintah-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah
memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga
kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu”
Haji adalah ibadah yang sangat
istimewa, tidak semua manusia diperkenankan untuk melaksanakan, hanya tamu-tamu
Allah yang terpilih untuk melaksanakan ibadah haji siapa saja yang
diperkenankan maka dia sebagai tamu ALLAH, tamu yang MAHA SUCI tamu SANG
PENCIPTA yang TIADA SEKUTU BAGINYA, begitu hebat Si Hamba... sangat hebat! Si
Miskin, Si Lemah dan banyak dosa diperkenankan sowan kepadaNYA, begitu sayangnya SANG PENCIPTA dan kasihNYA
sehingga Si Hamba yang tiada arti, Si Hamba yang penuh dosa dan kerendahan
diperkenankan bersimpuh dihadapanNYA.
Sehebat dan semulia-mulianya
rumah ALLAH didunia ini adalah MASJIDIL HARAM dan MASJIDIL NABAWI. MASJIDIL
HARAM, MASJID NABAWI dan masjid-masjid lainnya adalah masjidnya jasad yang ada
di dunia, sedangkan HATI nya orang beriman adalah masjidnya ALLAH (QOLBUN
MUKMIN BAITUL HAQ). HATI adalah masjid AL HAQ rumah YANG MAHA SUCI dan MAHA
PENCIPTA maka HATI atau jiwa harus bersih dan suci, HATI atau jiwa yang suci
harus sadar bahwa dirinya adalah ciptaan tidak ada kemampuan dan kekuatan
sehingga NOL dari pengakuan, dari perasaan mampu, kuat dan bersih dari
sifat-sifat madzmumah, jahat, iri,
hasud, suudzon, merasa baik dan
bersih dari segala apapun najisnya jiwa, karena HATI adalah merupakan BAITUL
HAQ (rumah ALLAH) harus dikuasai ALLAH dan semata-mata milik ALLAH yang MAHA
SUCI dan MAHA PENCIPTA.
Jiwa atau HATI yang merupakan BAITUL
HAQ itu harus kosong, bersih, suci, tiada apa-apa dan tiada siapa-siapa yang
ada hanya SANG PENGUASA SEJATI - ALLAH YANG MAHA HIDUP!
INGAT WAHAI SAUDARAKU… !!!
Ini kesadaran HATI atau kesadaran
jiwa, HATI harus NOL (BERSIH) hanya sadar semua untuk ALLAH dan semua sebab
ALLAH inilah LILLAH BILLAH, ketika HATI ada apa-apa dan siapa-siapa sekecil
apapun maka HATI bukan menjadi rumah ALLAH lagi karena rumah ALLAH harus suci
dan bersih “LAA ILAA HAILLALALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU”, maka masuklah dan
makmurkan masjid ALLAH tapi ingatlah rumah ALLAH yang hakiki adalah HATI dan
jiwa maka kita akan bertemu, berdizikir,
bersimpuh kepadaNYA hanya disana.
Lahir atau jasad masuk di masjid
di dunia ini (MASJIDIL HARAM), tapi bila HATI yang merupakan masjidnya ALLAH
atau BAITUL HAQ ini masih kotor penuh najis ada patung-patung dunia dan ananiyah, maka kita tidak akan bertemu
dengan diriNYA walaupun kita berada di MASJIDIL HARAM atau MASJIDIL NABAWI.
LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU…
Haji di MASJIDIL HARAM, ARAFAH, NABAWI
itu sebagai duyufurrahman (tamu
ALLAH), Bagaimana kita bisa sowan
sebagai tamu ALLAH yang MAHA PENCIPTA, MAHA ADA dan MAHA SUCI sedangkan rumah
masjidNYA yang ada di HATI kita, kita
isi dengan patung-patung ananiyah
(merasa aku), patung-patung cinta dunia, patung-patung nafsu dan sifat-sifat
tercela.
Kita adalah tamu ALLAH, sungguh BIADABNYA
DIRI INI! ketika kita diberi kesempatan untuk sowan kepada ALLAH di tanah HARAM akan tetapi malah bertolak
pinggang MERASA HEBAT, MERASA KUASA, MERASA MERASA MULIA dan menjagakan selain
DARINYA, MENJAGAKAN AMAL KITA, MENJAGAKAN MASJIDIL HARAM DAN TEMPAT-TEMPAT
MUSTAJABAH.
Alangkah…!!! Kita diperkenankan
sebagai tamu ALLAH, kita malah menjagakan dan mengharapkan selain DIA, INI
SUNGGUH MENYAKITI TUHAN!
Satu dzarrah ada kotoran di dalamnya, sekali lagi…. Walaupun hanya satu dzarrah bila ada kotoran di dalamnya (HATI)
mustahil, imposible, kita akan
diperkenankan menghadap, bertamu dan sowan
kepadaNYA!
LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU…
Maka mutlaklah BAITUL HAQ yang
ada di hati seorang mukmin itu harus dan hanya DIA yang ADA, HATI harus kosong
harus bersih harus LAA HAULAA WALAA
QUWWATA, harus NOL (BERSIH) karena DIA MAHA ESA TIADA SEKUTU BAGINYA, MAHA
SUCI dan MAHA ADA yang tiada bisa disandingkan dengan apa-apa dan dengan
siapa-siapa karena semua adalah ciptaan dan milikNYA yang asalnya tiada.
INGAT SAUDARAKU….!!!
Kita tidak akan bisa sowan menghadap
kepadaNYA, bertamu kepada YANG MAHA AGUNG dan MAHA SUCI walaupun jasad kita
bersimpuh, bersujud di MASJIDIL HARAM yang dimuliakan oleh ALLAH bila HATI kita
masih ada sesuatu selain DIA, masih menjagakan amal, menjagakan tempat mustajabah (ROUDHO, MULTAZAM, HIJIR
ISMAIL BAHKAN MASJIDIL HARAM) karena semuanya masih menjagakan dan mengandalkan
selain DIA SANG PENCIPTA SEJATI YANG ESA DAN TIADA SEKUTU BAGINYA!
BAGAIMANA DENGAN DIRI KITA WAHAI SAUDARAKU… JAMAAH HAJI.. SUDAH
BERSIHKAH HATI DAN JIWA KITA?
INGAT SAUDARAKU…!!!
Yang ada di MAKKAH itu adalah
masjidnya jasad di dunia, kita harus mengikuti sunah Rasul untuk masuk
didalamnya, sholat, thawaf, sai, jumrah, bahkan tahallul, tapi bila kita belum masuk dalam masjidnya roh yang harus
suci dari kesyirikan dan najisnya HATI walaupun satu dzarrah maka apa arti jasad walaupun berada di MASJIDIL HARAM, NABAWI
bila HATI yang ada didalam jiwa seorang mukmin tidak kita jadikan tempat sholat
dan sujudnya jiwa (QOLBUN MUKMIN BAITUL
HAQ), sekali lagi mustahil kita bisa sowan kepadaNYA dimasjid yang mulia
itu.
Maka bersihkanlah RUMAH ALLAH di
hati kita sebagai seorang mukmin yang dipanggil untuk memenuhi panggilanNYA di
TANAH SUCI dari sifat-sifat tercela, ananiyah,
nafsu dan segala najisnya HATI agar kita diperkenankan bertemu dan bersimpuh
sebagai TAMUNYA YANG MAHA SUCI DAN MAHA ESA.
Maka saudaraku wajiblah bagi kita
untuk membersihkan itu semua.
“TAZQIYATUNNAFSI ANIRRODAAILI
WAAJIBATUN”
(MEMBERSIHKAN JIWA DARI SEGALA KOTORAN HATI ADALAH WAJIB)
“QOD AFLAHA MANZAKKAHA”
(BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG MEMBERSIHKAN JIWANYA DARI KOTORAN ATAU
NAJISNYA HATI)
Maka HATI orang mukmin yang
bersih dan suci berfungsi sebagai BAITUL HAQ, RUMAH ATAU MASJID ALLAH, maka
saat itulah kita diperkenankan sowan sebagai tamu ALLAH yang MAHA ESA dan MAHA SUCI
untuk menghadap, ingat berdizkir
kepadaNYA. sehingga kita mendapat karunia
agung.
“ALA BIDZIKRILLAHI TATMAINNUL
QULUUB”, itu pasti dan pasti…. Dan tidak mustahil… otomatis!
Ketika kita diperkenankan
menghadap kepadaNYA karena kesucian masjidnya yang ada di HATI kita maka Si
Hamba diberi kesadaran BERTAUHID kepadaNYA, dia tidak pernah syirik.
Maka semakin jelaslah keyakinan
dan kesadaran Si Hamba bahwa selain DIA, semua adalah ciptaan, tidak pernah ada
walaupun nampak dan wujud di alam nyata itu adalah ciptaan, semu, bayang-bayang
TUHAN, (DZILLU ILAHIYYAH) ciptaan
ALLAH YANG MAHA AGUNG. Ini adalah kesadaran jiwa ketika ALLAH memperkenankan Si
Hamba untuk sowan dan bertamu
kepadaNYA.
Maka ketika kupejamkan mataku
jelaslah semua tiada, semuanya semu, nyatalah hanya ENGKAU yang ADA yaitu SANG
PENCIPTA!
LAA SYAKKA… ANTA… ANTA… dan ketika kubuka mataku semakin jelas
semua yang ada itu adalah BAYANGAN, CIPTAAN!
Maka sucikan dan bersihkan jiwa
sebagai rumah ALLAH yang MAHA SUCI dan MAHA ESA sehingga kita dikaruniai KESADARAN
BERTAUHID DAN BERTUHAN sehingga bisa menghadap KEPADANYA dimanapun berada.
“FA AINAMAA TUWALLUU FATSAMMA
WAJHULLOH"
MAKA KEMANAKAH MENGHADAP DISANA
WAJAH ALLAH (Q.S.AL-BAQOROH [1]: 115)
Selamat untuk menerima dan
memenuhi panggilan ALLAH ke TANAH SUCI untuk melaksanakan rukun ISLAM yang ke-5
yaitu IBADAH HAJI KE TANAH SUCI
LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK, LABBAIKA LAA SYARIIKALAKA LABBAIK INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL MULKA LAA SYARIIKALAKA….
“Kami memenuhi dan akan melaksanakan
perintah-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi
panggilan-Mu, sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan
adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu”
Catatan “Al Fakir” yang hina
Dalam Bumi Kerendahan, 4 Desember
2013
“Hidup Sekali Harus Berarti”
.jpg)
0 comments :
Posting Komentar