Di
saat gema takbir berkumandang di jagad raya ini!
Konon
disebut merupakan hari kemenangan!
Tapi
sejenak mari kita renungkan dengan sesungguhnya!
Tanyakan
pada diri ini, kita menang dari apa? siapa musuh kita? dan siapa yang kita
kalahkan?
Jujur
bagi diri yang hina ini tidak akan pernah ada hari kemenangan!
Yang
menang adalah orang yang bersama DIA “SANG PENCIPTA”!
Maka
jangan bilang kita menang kalau kita masih jauh dari DIA “ALLAH SANG PENCIPTA”!
Jangan
bilang kita sudah fitrah (idul fitri) kalau kita belum menemukan “SANG
PENCIPTA”!
Jangan
bilang kita akan mendapat kemuliaan sebelum kita mampu meniadakan diri untuk
menemukan yang Maha Ada!
Wahai
saudara-saudaraku...!!!
Jangan
bohongi lagi diri ini, karena diri ini sudah terlalu banyak dosa!
Jangan
kau tipu lagi diri ini, karena diri ini sudah payah dengan maksiat yang kita
lakukan!
Jangan
menambah kebohongan yang beselimut dengan hari kemenangan (idul fitri) ini,
karena diri ini lelah dengan semua kemunafikan yang ada!
Kasianilah
jiwa yang sudah merana ini!
Kasianilah
diri yang sudah tersesat ini!
Sungguh
kita tidak tahu bahwa mengatakan aku menang, aku mulia, aku sudah idul fitri,
tapi diri ini tidak kenal dengan Sang Pencipta!
###
Di
akhir penghujung ramadhan yang penuh dengan gema takbir yang mengagungkan asma
Allah ini
“ALLAHU AKBAR…
ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR WALILLAH ILHAM….”
RESAPI ASMA AGUNG ITU…!!!
Jangan
kau tutup hatimu sehingga telinga lahir yang mendengar akan tetapi telinga
batin gelap gulita tidak mengenal Sang Pencipta yang diagungkan asmaNYA!
Bukalah
hatimu….!!!
Biar
tidak hanya telinga lahir yang mendengar akan tetapi telinga batin juga bisa mendengar
asma Allah yang diagungkan dipenghujung malam ramadhan yang sebentar lagi kita
tinggal ini!
Mungkin
ramadhan ini adalah ramadhan yang terakhir bagi kita!
Karena
ramadhan yang akan datang mungkin kita sudah terkubur diatas batu nisan,
sendiri tiada teman, saudara maupun kerabat dekat yang menemani yang ada hanya kegelapan!
Mari
kita sama-sama memohon kepada RABB kita “ALLAH SANG MAHA PENGAMPUN DAN MAHA
KASIH SAYANG”!
Memohonkan
semua umat ini agar benar-benar di buka hatinya, sehingga mengenal kepada
“ALLAH SANG PENCIPTA ALAM INI”
Dan mari bersama-sama kita berdoa semoga amal dan ibadah puasa yang dijalankan oleh umat islam
diseluruh dunia diterima oleh ALLAH SWT.
Mari
kita belajar meniadakan diri…!!!
Kita
belajar mengosongkan diri dan kita belajar meng NOL kan diri…!!!
Karena
kemenangan hanya sekedar “FATAMORGANA
DAN SEMU BELAKA” apabila kita belum bisa meniadakan, mengosongkan, dan meg
NOL kan diri, untuk menemukan Sang Pencipta!
Idul
fitri hanya sekedar slogan dan fatamorgana belaka, apabila kita belum bisa
mengenal jati diri kita sebagai manusia yang tiada arti, tiada wujud dan tiada
apa-apa!
Ingat
wahai saudaraku...!!!
Tanda-tanda
orang hina adalah air mata yang tumpah!
Tanda-tanda
orang yang mengenal jati dirinya dia akan selalu menangis!
Tanda-tanda
orang yang diterima amal ibadahnya, semakin merasa kurang dan jauh dari Sang
Pencipta!
Tapi
perlu diingat, air mata kadangkalanya ada air mata bahagia, adapula air mata
kerinduan, dan ada juga air mata kerendahan yang paling rendah, yang
menunjukkan sifat hamba!
Apalah
arti air mata, apalah arti tangisan dan apalah arti rintihan kalau jiwa tidak
pernah merasa berdosa!
Kalau
jiwa ini tidak pernah merasa dholim dan kufur!
Apapun
hamba harus selalu ada dibawah! Hamba harus merasa rendah!
Hamba
harus tidak ada apa-apa, dan tidak memiliki apa-apa!
Karena
itulah sifat seorang hamba!
Wahai saudara-saudaraku…!!!
Mari
kita resapi bersama-sama, kita renungi dengan sungguh sungguh, dan kita buka
mata hati kita dengan selebar-lebarnya!
Biarlah
Asma Agung menjadi pembersih jiwa kita…!!!
Biarlah
Asma Suci itu masuk mendidik jiwa kita...!!!
Sehingga
hidup yang hanya sekali ini benar-benar bisa berarti, karena sebentar lagi kita
akan pulang jangan sampai salah jalan dan tujuan!
Selamat
kembali ke fitrah
“BERSIH
HATI, SUCI JIWA, SIAP MENGHADAP SANG PENGUASA SEJATI”
Minal
Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir & Batin
####
Catatan kelam
perjalanan hidup dari “Al Fakir” yang hina
Dalam
bumi kerendahan, 8 Agustus 2013
“HIDUP
SEKALI HARUS BERARTI”

0 comments :
Posting Komentar