Rintihan Jiwaku untuk Sang Terkasih - Untuk ke dua kalinya beliau mengirimkan email kepada kami (alam hikmah), setelah email pertama yang beliau ceritakan tentang pengalaman bertemunya dengan Sang Terkasih , sekarang beliau menuliskan puisi tentang rintihan hatinya yang begitu memilukan, menyentuh dan menyayat hati bagi siapa saja yang membacanya. terlihat puisi yang di tulis ini melukiskan sangat jelas tentang perasaan yang ada di dalam kegundahan hatinya untuk selalu dekat dengan Sang Terkasih , untaian kata-kata yang ia rangkai begitu dasyat dan menggetarkan jiwa bak ombak bergulung penuh kemesraan didalam samudera kecintaan hakikinya.
Penulis tidak bisa berkata apa-apa, yang ada hanya sebuah harapan kelak para pejuang hati yang tangguh lahir untuk untuk memperjuangkan agama yang suci ini. Semoga Karya Agung ini tersimpan rapi dan menjadi hikmah sepanjang masa didalam kehidupan umat manusia. amin
Rintihan Jiwaku untuk Sang TerkasihDikeheningan jiwa, tak terasa menetes air mata di pipi ini Sambil terucap lirih.. Ya Alloh, mengapa aku dihidupkan ? Kalau hidup ini tanpa makna dan tiada arti Mengapa aku dijadikan makhluk yang mulia ? Kalau hidup ini hanya kuperuntukkan untuk nafsuku Kucoba dan kucoba kutelusuri hidup ini tak jua temukan DIKAU Sedangkan hidup ini hanya tinggal sesaat Kemanakah aku mencariMu ya Tuhan…. Yaa Alloh, desah nafas ini tidak seperti dulu Hidupku sudah dimakan usia, hanya tinggal menunggu ajal menjemput Terlambatkah diri ini Ya Alloh ? Curahkan RohmatMu kepada hamba yang hina ini Aku buta, aku bisu, dan aku juga tuli Kusebut asmaMu tapi lupa, kusembah Dikau tapi dengan kesombongan Kupuji Dikau tapi dengan penuh kebohongan Masihkah ada pintu kasih sayangMu untuk hamba yang tiada arti ini Ya Alloh Engkau Rohman Rohim Kulihat cahaya kesadaran menyelebungi jagad Membawa Rohmat ke penjuru alam Duhai Rohmatallil a'lamin Duhai Rosulalloh…. Ya Sayyidi…. Ya Rosulalloh…. Sinarilah hamba yang dholim ini, biar tahu jalan dimana Engkau berada Bawalah hamba yang hina ini agar ku tahu makna kehidupan ini Tegakah Engkau wahai Paduka Rosul Selama ini aku buta menjadi budak nafsu Kusembah diriku, kupuja nafsuku Raihlah tanganku Ya Rosul, walau sambil Kau tutup mata suci Paduka Karena daku bukan manusia lagi Ya Rohmatal lil a'lamin Ya Sayyidi…. Ya Rosulalloh Andaikan paduka mencapakkanku dan andaikan Paduka ludahi wajah yang hina ini Aku tetap adalah umatMu Mengapa aku jadi begini, Ya Rosulalloh aku tidak perduli, Walaupun aku ditempat kolong kehinaan yang paling hina Walaupun paduka tidak mengenal hamba Terimalah setetes air mata tulus dari lubuk hati umat yang hina ini Kalau terpaksa daku harus berpisah selama-lamanya Ijinkanlah daku menyebut asmaMu yang mulia itu walaupun ada dineraka yang paling bawah Duhai Pemimpinku Duhai Utusan Alloh Ya Sayyidi… Ya Rosulalloh Aku tak peduli sampai ajal menjemput dan sampai mata menutup Kusebut asmamu Ya Habibi…. Ya Sayyidi Ya Rosulalloh Perkenankan daku yang hina ini bersimpuh dihadapanmu Ya Sayyidi.. Ya Rosulalloh(Al Fakir yang Hina)
0 comments :
Posting Komentar